
Dalam dunia tekstil, sering kali kita mendengar istilah rayon dan viscose. Keduanya merupakan serat sintetis yang digunakan dalam pembuatan berbagai jenis kain. Meskipun terdengar serupa, sebenarnya ada perbedaan signifikan antara rayon dan viscose.
Definisi
Rayon
Rayon adalah serat yang dibuat dengan mengubah selulosa alami menjadi serat yang mirip dengan sutra. Bahan dasar yang digunakan untuk pembuatan rayon adalah serat kayu atau pulp yang diperoleh dari pohon-pohon seperti pinus, kayu eukaliptus, atau bambu. Proses pembuatannya melibatkan serangkaian tahap kimia dan mekanis untuk menghasilkan serat rayon yang halus dan lentur.
Viscose
Viscose, juga dikenal sebagai rayon viskosa, adalah jenis rayon yang paling umum digunakan. Serat viscose dibuat dengan melarutkan selulosa dalam larutan alkali, dan kemudian mengextrudernya menjadi serat yang halus. Bahan baku yang umum digunakan dalam pembuatan viscose adalah serat kayu, tetapi juga dapat berasal dari serat kapas atau serat jerami.
Baca Juga : Bahan Rayon vs Sutera: Perbandingan Kualitas dan Harga
Proses Produksi
Proses Produksi Rayon
- Pemilihan Bahan Baku: Pohon-pohon yang sesuai dipilih dan diambil serat kayunya. Kayu tersebut kemudian diubah menjadi pulp melalui proses kimia dan mekanis.
- Pembuatan Larutan Kimia: Pulp kayu dicampur dengan larutan kimia untuk mengubahnya menjadi bubur kayu.
- Ekstraksi Serat: Bubur kayu ditempatkan dalam mesin ekstraksi yang menghasilkan serat rayon dari bubur tersebut.
- Pemintalan Serat: Serat rayon dipintal menjadi benang yang siap digunakan untuk pembuatan kain.
Proses Produksi Viscose
- Pemilihan Bahan Baku: Serat kayu, kapas, atau jerami dipilih sebagai bahan baku untuk pembuatan viscose.
- Larutan Kimia: Bahan baku direndam dalam larutan kimia alkali, seperti natrium hidroksida, untuk mengubahnya menjadi larutan serat.
- Pengolahan Serat: Larutan serat diproses melalui mesin ekstrusi untuk menghasilkan serat viscose yang panjang dan halus.
- Pemintalan Serat: Serat viscose dipintal menjadi benang yang digunakan untuk membuat kain viscose.
Karakteristik
Karakteristik Rayon
- Rayon memiliki kilau yang mirip dengan sutra, sehingga sering digunakan sebagai alternatif yang lebih terjangkau untuk kain sutra asli.
- Serat rayon memiliki sifat yang lembut, lentur, dan nyaman saat digunakan.
- Kain rayon memiliki daya serap yang baik, sehingga cocok untuk pakaian yang nyaman saat berada di cuaca panas.
- Rayon dapat dicampur dengan serat lain, seperti katun atau polyester, untuk meningkatkan kekuatan dan daya tahan kain.
Karakteristik Viscose
- Viscose memiliki tekstur yang halus dan sering kali digunakan dalam pembuatan kain yang menyerupai sutra.
- Kain viscose memiliki kemampuan menyerap kelembaban yang baik, sehingga cocok untuk pakaian yang nyaman saat berada di daerah beriklim hangat.
- Viscose juga dapat dicampur dengan serat lain, seperti wol atau elastan, untuk meningkatkan kekuatan dan elastisitas kain.
- Viscose memiliki kecenderungan untuk menyusut saat dicuci, sehingga perlu diperhatikan dalam perawatannya.
Baca Juga :Mengenal Jenis-Jenis Bahan Rayon dan Aplikasinya dalam Industri Tekstil
Perbedaan Utama
- Bahan Baku: Rayon dibuat dari serat kayu, sedangkan viscose dapat menggunakan serat kayu, kapas, atau jerami sebagai bahan baku.
- Proses Produksi: Proses pembuatan rayon melibatkan serangkaian tahap kimia dan mekanis, sementara viscose melibatkan larutan kimia untuk mengubah bahan baku menjadi serat.
- Karakteristik Kain: Rayon memiliki kilau dan kelembutan yang lebih mirip dengan sutra, sementara viscose memiliki tekstur yang lebih halus dan sering kali digunakan dalam pembuatan kain yang menyerupai sutra.
- Penggunaan dan Pemrosesan: Rayon sering digunakan dalam pakaian, furnitur, dan tekstil rumah tangga, sedangkan viscose digunakan secara luas dalam pakaian, kain perca, dan aksesoris mode.
Meskipun rayon dan viscose terdengar serupa, terdapat perbedaan penting antara keduanya. Rayon dibuat dari serat kayu melalui proses kimia dan mekanis, sementara viscose dapat menggunakan serat kayu, kapas, atau jerami dan melibatkan larutan kimia. Kedua serat ini memiliki karakteristik dan penggunaan yang sedikit berbeda.

