
Saat musim hujan, jas hujan menjadi salah satu komoditi yang paling banyak diburu, terutama oleh pengendara sepeda motor. Jas hujan adalah pakaian anti air yang berfungsi untuk melindungi tubuh dan pakaian penggunanya dari paparan air hujan sehingga mereka tidak basah.
Lalu, pernahkah Anda bertanya-tanya bagaimana cara pembuatan jas hujan ini? Mengingat pastinya proses pembuatan jas hujan tidak seperti pembuatan pakaian biasa. Penasaran? Cari tahu jawabannya pada ulasan di bawah ini!
Cara Pembuatan Jas Hujan
Proses Penentuan Desain Jas Hujan
Langkah pertama yang harus dilakukan adalah membuat desain jas hujan yang akan diproduksi. Proses desain ini bisa langsung dilakukan menggunakan aplikasi design graphic khusus atau digambar secara manual menggunakan media kertas terlebih dahulu. Berikut ini ada beberapa jenis model desain jas hujan yang bisa Anda jadikan referensi:
- Jas hujan mantel: modelnya terusan yakni memanjang dari bagian tudung sampai ke bagian bawah lutut. Jas hujan model ini dilengkapi dengan resleting/kancing yang memanjang dari bagian leher sampai bagian bawah dan ada tali di sekitar area leher untuk mengikat tudung. Bentuknya sekilas mirip dengan hoodie panjang.
- Jas hujan ponco: jika dilihat sekilas bentuk jas hujan ini mirip seperti kelelawar, ukurannya besar dan apabila direntangkan bentuknya seperti persegi.
- Jas hujan setelan: sesuai dengan namanya jas hujan ini berbentuk setel ciri dari dua bagian, atasan dan juga bawahan yang bisa berupa celana atau rok.
- Jas hujan gamis: modelnya menyerupai gamis dan lebih banyak digunakan oleh para wanita.
Proses Penentuan Ukuran Jas Hujan
Cara pembuatan jas hujan selanjutnya adalah menentukan ukuran dari jas hujan yang akan dibuat. Setiap produsen biasanya memiliki standar sendiri, namun biasanya ukurannya dibuat lebih besar dibandingkan size pakaian biasa agar lebih nyaman digunakan dan fleksibel.
Proses Penentuan Material
Setelah tahu desain dan ukuran dari jas hujan yang akan dibuat langkah selanjutnya adalah menentukan material yang akan digunakan untuk membuat jas hujan. Material yang diperlukan antara lain:
- Material utama: plastik (bisa plastik tipis, plastik mika, atau plastik pvc), kain parasut untuk jas hujan, bahan nylon, bahan karet, dan bahan campuran.
- Resleting atau kancing
- Seam sealer: berfungsi untuk menahan air hujan agar tidak masuk ke sela-sela jahitan.
- Pita scotlight yang berfungsi untuk memantulkan cahaya.
- Karet elastis untuk bagian lengan atau ujung jas hujan.
Proses Pembuatan Pola
Cara pembuatan jas hujan selanjutnya adalah proses pembuatan pola jas hujan sesuai dengan desain yang sudah dipilih sebelumnya. Setiap model jas hujan memiliki polanya masing-masing ya, jadi jangan sampai salah gambar pola.
Proses Peletakkan Pola Diatas Bahan dan Pemotongan
Pola yang sebelumnya sudah dibuat sesuai ukuran dan model kemudian diletakkan pada permukaan bahan jas hujan. Lalu bahan tersebut dipotong dengan teliti menggunakan gunting atau mesin khusus.
Proses Penjahitan Jas Hujan
Setelah terpotong, langkah selanjutnya adalah menjahit potongan-potongan tersebut. Mulai dari pemasangan scotlight dan aksesori jas hujan lainnya (resleting/kancing karet elastis, dsb), menjahit bagian badan jas hujan, dan lanjut ke bagian lainnya sampai keseluruhan potongan tersebut menyatu.
Proses Sealing dan Finishing
Proses sealing dilakukan menggunakan mesin seam sealer, tujuannya untuk menutup bekas jahitan sehingga air hujan tidak bisa merembes masuk. Langkah terakhir adalah proses finishing dan QC untuk memastikan jas hujan tersebut siap dipasarkan dan digunakan.


