“Double knit itu kainnya dua lapis yang dijahit jadi satu, ya?” Wajar kalau juragan mengira begitu karena namanya memang terdengar demikian, padahal kainnya tetap selembar dan yang dobel adalah set jarum yang merajutnya.
Di katalog kain kaos, dua istilah ini sering muncul di samping nama bahan tanpa penjelasan. Akibatnya pilihan dibuat dari harga atau dari angka GSM saja, lalu kejutannya baru datang di meja potong: ujung kain menggulung, jahitan samping memelintir setelah dicuci, atau kaos terasa lebih kaku dari yang dibayangkan.
Begitu juragan tahu apa yang dikerjakan set jarum kedua itu, membaca label “single” dan “double” di katalog jadi mudah, dan memilihnya untuk kaos event, jersey, atau seragam bisa diputuskan sebelum order.

Mengenal Perbedaan Single Knit dan Double Knit
Kain single knit dibuat di mesin rajut bundar yang jarumnya hanya ada di satu silinder. Semua jeratan benang menghadap ke arah yang sama, jadi sisi depan kain tampak seperti deretan huruf V kecil yang rapi, sedangkan sisi belakangnya berupa lengkungan-lengkungan yang lebih kasar. Kain kaos oblong pada umumnya adalah single knit, atau sering disebut single jersey.
Kain double knit dibuat di mesin yang punya dua set jarum, satu di silinder dan satu lagi di piringan atas yang disebut dial. Kedua set jarum merajut bergantian dari dua arah, sehingga jeratannya saling mengunci dan kedua sisi kain tampak sama rapi. Hasilnya tetap satu lembar kain, bukan dua kain yang ditempel.
| Yang dibandingkan | Single knit | Double knit |
|---|---|---|
| Jumlah set jarum di mesin | Satu (silinder saja) | Dua (silinder dan dial) |
| Tampilan sisi belakang | Berbeda dari depan, lengkungan benang terlihat | Sama rapi dengan sisi depan |
| Tepi kain setelah dipotong | Menggulung ke arah depan atau belakang | Tetap rata |
| Kestabilan bentuk setelah dicuci | Lebih mudah melar dan memelintir | Lebih stabil, jahitan samping tetap lurus |
| Gramasi yang umum di pasar kaos | Sekitar 130โ200 GSM | Sekitar 180โ260 GSM |
| Kain yang dipakai untuk | Kaos oblong, kaos event, kaos dalam | Jersey tim, seragam, kaos tebal, polo tertentu |
GSM di tabel itu adalah berat kain dalam gram per meter persegi. Rentangnya hanya gambaran pasar, karena angka akhirnya ditentukan oleh ketebalan benang, bukan oleh jenis rajutannya saja.
๐ Dasar kain rajut sebelum masuk ke jenisnya: Kain Rajut: Jenis, Karakter, dan Beda dengan Tenun
Set Jarum Kedua Mengubah Cara Kain Bergerak di Meja Potong dan Mesin Jahit
Perbedaan yang paling cepat terasa ada di tepi kain. Single knit menggulung begitu dipotong, karena tarikan benangnya hanya datang dari satu sisi. Tim potong yang terbiasa akan menahan tumpukan kain dengan pemberat dan segera menjahit tepinya. Tim yang masih baru biasanya kerepotan di sini, terutama saat menggelar kain berlapis-lapis untuk potong massal.
Double knit tidak punya masalah itu. Jeratan dari dua arah saling menahan, sehingga potongan kain tetap rata di meja dan lebih mudah diobras. Untuk konveksi yang mengejar jumlah potongan per hari, sifat ini menghemat waktu di bagian potong.
Masalah kedua muncul setelah kaos jadi dan dicuci beberapa kali. Single knit cenderung mengalami puntiran, yaitu jahitan samping yang perlahan bergeser ke depan atau ke belakang badan. Penyebabnya adalah puntiran benang dan arah jeratan yang semuanya searah. Kain yang sudah difinishing dengan baik bisa menekan efek ini, tapi tidak menghilangkannya. Double knit jauh lebih tahan, karena dua arah jeratannya saling menyeimbangkan.
Soal kelenturan, single knit lebih mulur ke samping dan jatuh mengikuti badan. Kaos jadi terasa ringan dan santai. Double knit lebih sedikit mulurnya dan kembali ke bentuk semula lebih cepat, sehingga kaos tetap tegak di bahu dan tidak menggelembung di perut setelah dipakai seharian.
Penyusutan juga ikut berbeda, terutama pada kain katun. Single knit katun cenderung memendek lebih banyak setelah cucian pertama, karena jeratan yang longgar masih bisa merapat. Double knit yang sudah rapat sejak dirajut biasanya menyusut lebih sedikit. Pada polyester, penyusutannya kecil apa pun rajutannya, sehingga beda ini lebih penting untuk kaos cotton combed daripada kaos PE.
Untuk sablon dan printing, keduanya bisa dipakai. Bedanya, single knit yang tipis bisa tertarik dan berkerut saat diberi sablon blok yang lebar, sedangkan permukaan double knit lebih tenang di bawah screen atau mesin press. Kain polyester dari kedua jenis rajutan sama-sama bisa disublimasi, karena yang menentukan hasil sublimasi adalah seratnya.
๐ Kain PE dalam dua jenis rajutan: Bahan PE Soft Polyester
Nama Bahan di Katalog Jarang Menyebut Jenis Rajutannya
Cotton combed, CVC, PE, dan TC adalah nama serat atau campuran serat. Nama itu tidak memberi tahu apakah kainnya dirajut single atau double. Cotton combed 30s yang dijual untuk kaos oblong hampir selalu single knit, tapi katun yang sama juga bisa dirajut double knit menjadi kain yang lebih tebal dan kaku.
Beberapa nama kain yang beredar di pasar sebenarnya adalah turunan dari salah satu jenis rajutan ini. Mengetahui induknya membantu juragan menebak sifat kainnya sebelum memegangnya.
| Nama kain di pasar | Induk rajutannya | Sifat yang ikut terbawa |
|---|---|---|
| Single jersey (kaos oblong) | Single knit | Ringan, jatuh, tepi menggulung |
| Lacos pique | Umumnya single knit dengan pola jeratan bertekstur | Berpori, lebih tegak dari single jersey polos |
| Terry dan fleece | Single knit dengan benang tambahan di sisi belakang | Sisi belakang berbulu atau berlubang, tebal tapi lentur |
| Rib | Double knit dengan jarum depan dan belakang berselang | Sangat mulur ke samping, untuk kerah dan manset |
| Interlock | Double knit dengan dua lapis rajutan saling mengunci | Dua sisi halus, stabil, tidak menggulung |
| Scuba dan ponte | Double knit yang lebih padat | Tebal, kaku, untuk pakaian yang harus tegak |
Kalau label katalog tidak menyebut rajutannya, ada tiga cek cepat yang bisa juragan lakukan di toko. Juragan bisa membalik kainnya untuk melihat apakah sisi belakang berbeda dari depan, menggunting sedikit ujungnya untuk melihat apakah tepinya langsung menggulung, lalu menarik kain ke samping untuk merasakan seberapa jauh ia mulur. Kalau sisi belakangnya berbeda, tepinya menggulung, dan kainnya mulur jauh lalu kembali pelan, hampir pasti itu single knit. Cek ini berlaku sama untuk kain katun maupun polyester.
Double Knit Tidak Otomatis Lebih Tebal dari Single Knit
Banyak pembeli mengira “double” berarti dua kali lebih berat. Kenyataannya, GSM ditentukan oleh nomor benang dan kerapatan rajutan. Single knit dari benang yang tebal bisa lebih berat dari double knit yang dirajut dengan benang halus.
Contohnya ada di dua kain kaos polyester di Weva Textile. Ralley Single Knitt tercatat 200 GSM, sedangkan Ralley Double Knitt 195 GSM. Di atas kertas single knit-nya justru sedikit lebih berat, tapi saat dipegang double knit terasa lebih padat dan berisi karena dua arah jeratannya saling mengunci.
| Spesifikasi | Ralley Single Knitt | Ralley Double Knitt |
|---|---|---|
| Komposisi | 100% polyester | 100% polyester |
| Gramasi | 200 GSM | 195 GSM |
| Lebar kain | 42 inci | 45 inci |
| Pilihan warna | 32 warna | 33 warna |
| Perkiraan hasil | 3โ4 kaos ukuran L per kg | 3โ4 kaos ukuran L per kg |
| Harga per kg | Rp 68.800โ77.500 | Rp 78.200โ90.500 |
โ ๏ธ Harga per Oktober 2026. Konfirmasi harga terbaru via WhatsApp 089-8000-5000.
Harga per kg double knit memang biasanya lebih tinggi. Mesin dengan dua set jarum lebih rumit disetel dan berjalan lebih lambat untuk berat kain yang sama, dan biaya itu ikut masuk ke harga kain. Jadi yang juragan bayar lebih mahal adalah kestabilan bentuknya, bukan tambahan beratnya.
Selisih harganya sekitar Rp 9.000โ13.000 per kg. Untuk 100 kg kain, itu berarti kira-kira Rp 0,9โ1,3 juta lebih mahal untuk double knit, yang pada 300โ400 kaos jatuhnya sekitar Rp 2.300โ4.300 per potong. Angka ini estimasi, karena hasil per kg bergantung pada ukuran pola dan sisa potongan di tiap konveksi. Detail kedua kain ada di halaman Ralley Soft Polyester.
Rekomendasi Penggunaan Jenis Kain Single Knit dan Double Knit
Kalau juragan menerima order kaos event 300 pcs dengan tenggat seminggu, dan kaosnya akan dipakai satu atau dua kali, single knit adalah pilihan yang masuk akal. Kainnya lebih murah per kg, ringan dipakai di acara luar ruangan, dan puntiran jahitan samping baru terasa setelah banyak pencucian, yang tidak akan dialami kaos semacam ini. Yang perlu juragan siapkan hanya tim potong yang terbiasa menangani tepi kain yang menggulung.
Kalau ordernya jersey tim atau seragam komunitas yang akan dicuci tiap minggu selama berbulan-bulan, double knit lebih aman. Bentuknya tetap tegak, jahitan samping tidak memelintir, dan permukaan kain tetap tenang untuk sablon atau sublimasi penuh. Selisih harga per potong biasanya terbayar oleh kaos yang tidak dikomplain setelah cucian kelima.
Di antara dua kondisi itu, keputusan kembali ke rasa yang diinginkan pemesan. Single knit untuk kesan jatuh dan santai, double knit untuk kesan rapi dan berisi.
๐ Jenis bahan kaos lain dan gramasinya: Bahan Kaos: 12 Jenis, Gramasi, dan Cara Memilihnya
Pastikan Sebelum Membeli
Perbedaan single knit dan double knit paling cepat dipahami dengan meraba dan menarik kainnya langsung. Kalau ingin membandingkan Ralley single dan double knit berdampingan, juragan bisa minta sample atau beli eceran dulu untuk uji potong dan uji cuci, lalu tim kami bantu cek stok warnanya lewat kontak berikut.
- WhatsApp: 089-8000-5000
- Customer Care: 089-8000-2000
- Toko: Jl. Kapasan No. 55B dan 53D, Surabaya
- Belanja online: Shopee ยท Tokopedia ยท TikTok Shop ยท Lazada



