
Ketika akan membeli baju atau produk fashion lainnya, Anda pastinya sering menemukan istilah “Unisex”, bukan? Agar bisa mendapatkan produk yang sesuai dan tidak salah mengartikannya, yuk simak pembahasan lebih lanjut mengenai istilah satu ini!

Apa Itu Unisex?
Seperti yang dikutip dari Urban Dictionary, “Unisex” artinya 2 gender yang dapat digunakan. Dengan begitu, konsep ini tidak terlalu mempermasalahkan gender pemakainya alias produk unisex artinya bisa digunakan oleh pria atau wanita.
Unisex artinya adalah suatu konsep yang mengacu pada produk atau layanan yang dapat digunakan oleh siapapun, tanpa memandang jenis kelamin. Dalam dunia fashion, pakaian unisex dirancang untuk bisa dikenakan oleh pria maupun wanita. Konsep unisex bertujuan untuk menabrak batasan-batasan gender tradisional dalam berbusana dan memberikan kebebasan bagi setiap individu untuk mengekspresikan diri mereka melalui pakaian yang mereka pilih.
Produk unisex sering kali memiliki desain dan bentuk yang netral. Ini berarti pakaian tersebut tidak dirancang khusus untuk satu jenis kelamin saja tetapi untuk kenyamanan dan gaya bagi semua orang.
Penggunaan produk unisex bisa membantu untuk mengurangi stereotip gender dan memperkuat ide kesetaraan gender. Selain itu produk unisex juga memiliki beberapa keunggulan lainnya, seperti:
- Dinilai lebih inklusif karena dapat digunakan oleh semua jenis kelamin.
- Fleksibel, produk unisex lebih fleksibel dan dapat digunakan oleh siapa saja. Anda bahkan bisa bertukar baju/produk unisex lainnya dengan pasangan lho, tanpa mengurangi nilai tampilannya.
- Lebih mudah ditemukan, apalagi untuk jenis-jenis produk custom.
- Mempermudah proses produksi dan memungkinkan produksi massal untuk memenuhi pesanan dalam jumlah banyak.
- Dan lain sebagainya.
Seiring dengan berkembangnya trend fashion, konsep unisex ini juga mulai diadopsi oleh berbagai brand fashion terkenal. Contohnya saja ada Zara dan Gucci, 2 brand fashion yang sudah mendunia. Meskipun begitu, ternyata konsep unisex ini sudah diperkenalkan sejak lama lho contohnya saja oleh David Bowie yang sudah mempopulerkan baju unisex sejak tahun 1970 an.
Sejarah dan Asal Mula Konsep Unisex
Konsep fashion unisex mulai populer pada era 1960-an, di masa yang dikenal dengan gerakan sosial radikal dan perubahan budaya besar-besaran. Pada periode ini, norma-norma gender mulai dipertanyakan, termasuk dalam hal mode. Banyak desainer terkenal mulai menciptakan pakaian yang bisa dikenakan oleh siapa saja, tanpa memandang jenis kelamin mereka.
Berikut adalah beberapa titik penting dalam sejarah fashion unisex:
| Tahun | Peristiwa |
|---|---|
| 1960-an | Era pertama kali istilah “unisex” muncul dan gerakan sosial mulai menantang norma gender tradisional. |
| 1970-an | Pengaruh musik punk dan rock yang mengabaikan norma gender, banyak musisi memakai pakaian unisex di atas panggung. |
| 1990-an | Munculnya desainer yang semakin mengaburkan batasan mode gender, dengan koleksi pakaian yang dirancang untuk semua gender. |
| 2000-an | Lebih banyak desainer dan merek mulai mengadopsi konsep unisex, seiring dengan meningkatnya dukungan untuk hak-hak LGBTQ+. |
| Tahun 2010-an ke atas | Unisex menjadi bagian dari arus utama dalam industri fashion, dengan semakin banyak koleksi unisex yang diluncurkan setiap tahun. |
Perjalanan fashion unisex mencerminkan evolusi masyarakat yang terus berkembang dalam pemahaman dan penerimaan terhadap keragaman dan inklusi. Konsep ini juga dipandang sebagai refleksi dari kepraktisan dan kenyamanan dalam dunia fashion modern.
Contoh-Contoh dari Produk Unisex
Berikut ini ada beberapa contoh dari produk yang kerap mengusung konsep Unisex:
#1. Parfum
Pertama ada parfum, parfum unisex cenderung memiliki aroma yang netral sehingga cocok untuk digunakan oleh siapa saja, baik pria atau wanita. Aroma parfum ini juga tidak condong ke salah satu sisi, baik feminim atau maskulin. Beberapa varian dari parfum unisex sendiri juga punya aroma yang kalem dan menyegarkan seperti aroma citrus dan woody. Untuk Anda yang ingin mencoba parfum unisex, beberapa contohnya adalah: Demeter New Car dan Jo Malone London English Oak & Hazelnut.
#2. Alas Kaki: Sepatu & Sandal
Alas kaki seperti sepatu dan sandal saat ini juga sudah banyak hadir dalam konsep unisex sehingga bisa digunakan bergantian dengan pasangan Anda. Umumnya, sepatu dan sandal unisex mengusung gaya casual dengan desain dan corak yang lebih sederhana.
#3. Sweater
Baju hangat yang jadi primadona saat musim dingin ini juga cocok dijadikan sebagai baju unisex. Biasanya sweater unisex punya warna-warna netral seperti abu-abu, coklat, hitam, putih, atau navy. Potongannya pun dibuat lurus dan tidak berlekuk, terutama di bagian pinggangnya sehingga dapat digunakan oleh pria ataupun wanita.
#4. Kaos Longgar
Kaos longgar merupakan salah satu jenis pakaian yang banyak disukai lantaran tidak membuat gerah dan adem, terlebih ketika cuacanya sedang panas. Kaos longgar ini juga cocok digunakan untuk menghadiri acara-acara casual atau acara santai. Kaos longgar saat ini banyak yang hadir dalam konsep unisex, desainnya cenderung lurus biasa, dengan warna dan motif yang netral sehingga cocok digunakan untuk pria ataupun wanita.
#5. Jam Tangan
Beberapa jenis jam tangan juga dapat dikenakan oleh pria atau wanita. Umumnya jam tangan tersebut punya desain yang elegan, tidak terlalu besar atau kecil, menggunakan warna netral, dengan motif atau corak yang netral juga alias tidak cenderung ke cowok atau cewek.
#6. Polo Shirt
Kaos berkerah ini dulunya kerap digunakan oleh para pria dalam berbagai acara semi-formal. Namun, sekarang para wanita juga bisa menggunakan polo shirt ini lho. Saat ini pun ada banyak sekali polo shirt populer yang sifatnya unisex dengan desain dan corak yang netral.
#6. Jaket dan Hoodie
Mau berpergian keluar tapi cuaca dingin atau malas ganti baju? Coba gunakan saja jaket dan hoodie. Jaket adalah outer yang kerap dijadikan sebagai pelengkap fashion sehari-hari. Jaket ini juga hadir dalam konsep unisex yang bisa digunakan oleh kaum pria ataupun wanita. Contohnya saja ada Jaket Windbreaker, Jaket Puffer, hingga Jaket Bomber.
Hoodie juga merupakan outer yang kerap digunakan, bedanya dengan jaket hoodie ini biasanya lebih tipis, identik dengan tudung kepala dan tali, kantong depan, dan tidak memiliki kancing atau resleting di bagian depannya. Hoodie dan jaket adalah pakaian unisex yang bisa digunakan oleh siapapun.
Pentingnya Memahami Arti dari Istilah “Unisex” Supaya Tak Salah Tafsir
Sangat penting bagi setiap orang untuk memahami arti dari istilah unisex ini supaya tidak salah paham. Salah satu kejadian yang cukup lucu akibat salah memaknai arti unisex ini bahkan pernah terjadi lho dan dialami oleh seorang pemilik olshop dari Malaysia.
Pemilik olshop tersebut terancam dilaporkan oleh pembeli, seperti yang dilansir dari World of Buzz ada akun TikTok dengan username @gajen_nad yang membagikan screenshot percakapan tersebut.
Awalnya si pembeli menanyakan sebuah merk sandal dan ingin membelinya 1 untuk ukuran wanita dan 1 untuk pria. Kemudian sang penjual menjawab bahwa sandal tersebut punya konsep unisex alias bisa dikenakan oleh pria atau wanita.
Sayangnya, si pembeli salah sangka dan menafsirkan bahwa sang penjual mengajaknya berhubungan seksual. Alhasil sang pembeli pun marah dan mengancam akan melaporkan sang penjual. Setelah dibagikan di media sosial, hal ini pun mengundang banyak komentar lucu dari warganet.
Itulah alasan mengapa mempelajari unisex artinya sangatlah penting untuk menghindari adanya kesalahpahaman tersebut.
Tantangan dalam Menghadirkan Unisex Fashion
Meskipun memiliki banyak kelebihan, menghadirkan konsep unisex dalam dunia fashion juga memiliki tantangan yang perlu diantisipasi dan diatasi. Beberapa tantangan tersebut meliputi:
- Perbedaan Anatomi Tubuh: Desain unisex harus mampu menyesuaikan berbagai bentuk tubuh agar tetap nyaman digunakan oleh semua gender.
- Preferensi Konsumen yang Beragam: Konsumen memiliki preferensi yang berbeda terhadap gaya dan fit, sehingga menciptakan produk yang memuaskan semua pihak bukanlah tugas yang mudah.
- Kompleksitas Desain: Mendesain pakaian yang dapat digunakan oleh berbagai gender memerlukan perencanaan dan kejelian yang lebih tinggi dibandingkan desain konvensional.
- Penerimaan Pasar: Beberapa pasar mungkin masih memiliki resistansi terhadap penerimaan pakaian unisex, yang dapat mempengaruhi penjualan.
- Pengawasan Kualitas: Memastikan bahwa setiap item memiliki kualitas yang konsisten dan dapat diterima oleh berbagai kelompok konsumen bisa menjadi tantangan tersendiri.
Berikut adalah tabel yang menunjukkan beberapa data terkait keuntungan dan tantangan implementasi unisex dalam fashion:
| Aspek | Deskripsi | Contoh Tantangan |
|---|---|---|
| Fleksibilitas | Pakaian dapat dipakai oleh berbagai gender | Perlu desain yang lebih inovatif |
| Efisiensi | Mengurangi variasi produksi | Preferensi gaya yang berbeda |
| Identitas | Membantu mengekspresikan diri | Resistansi dari pasar tradisional |
| Tren | Meningkatnya popularitas | Penetrasi ke pasar konservatif |
| Rantai Pasokan | Penyederhanaan manajemen inventaris | Pengawasan kualitas yang rumit |
Dengan memahami kelebihan dan tantangan ini, pemilik bisnis fashion dapat lebih siap dalam mengimplementasikan dan mempromosikan fashion unisex secara efektif.
Implementasi Unisex dalam Bisnis Fashion
Seiring dengan semakin populernya konsep unisex dalam fashion, banyak pelaku bisnis mulai mengimplementasikan strategi dan desain yang sesuai untuk menarik konsumen yang lebih luas. Dalam bagian ini, kita akan membahas strategi pemasaran dan desain yang cocok untuk unisex.
Strategi Pemasaran Unisex
Pemasaran produk unisex membutuhkan pendekatan yang inklusif dan menarik bagi semua gender. Beberapa strategi yang bisa diterapkan antara lain:
- Penggunaan Influencer dan Model Inklusif: Menggaet influencer dan model yang merepresentasikan berbagai jenis kelamin dan identitas gender akan membantu produk terkesan lebih inklusif.
- Kampanye Sosial Media: Membuat konten yang menunjukkan fleksibilitas dan kenyamanan produk unisex dapat menarik konsumen dari berbagai latar belakang.
- Penekanan pada Nilai Kepraktisan dan Efisiensi: Produk unisex sering kali lebih ekonomis dan praktis, sehingga penekanan pada aspek ini bisa menarik lebih banyak konsumen.
Contoh Pendekatan Pemasaran Unisex
| Pendekatan | Deskripsi |
|---|---|
| Influencer Inklusif | Menggunakan influencer yang mewakili berbagai gender |
| Kampanye Sosial | Konten yang menunjukkan fleksibilitas produk |
| Nilai Kepraktisan | Menonjolkan efisiensi dan ekonomi produk |
Desain yang Cocok untuk Unisex
Dalam mendesain produk unisex, beberapa faktor perlu diperhatikan agar produk dapat diterima oleh semua gender. Desain yang fokus pada kenyamanan, fungsionalitas, dan gaya adalah kunci utama.
- Desain yang Neutral: Pilih warna, pola, dan gaya yang tidak terkait dengan gender tertentu. Warna netral seperti putih, hitam, dan abu-abu sering kali lebih mudah diterima oleh berbagai kalangan.
- Fokus pada Kenyamanan: Desain produk yang ergonomis dan nyaman dipakai oleh semua gender.
- Variasi Ukuran: Sediakan variasi ukuran yang dapat mengakomodasi berbagai bentuk dan ukuran tubuh.
Contoh Elemen Desain Unisex
| Elemen Desain | Deskripsi |
|---|---|
| Warna Netral | Menawarkan warna seperti putih, hitam, abu-abu |
| Ergonomis | Desain yang nyaman untuk dipakai oleh semua gender |
| Variasi Ukuran | Tersedia dalam berbagai ukuran tubuh |
Implementasi unisex dalam bisnis fashion bukan hanya tentang mengikuti tren, tetapi juga memberikan kesempatan pada konsumen untuk mengekspresikan diri tanpa batasan gender. Dengan strategi pemasaran yang tepat dan desain yang inklusif, produk unisex bisa menjadi pilihan menarik dan inovatif dalam industri fashion.
Kesimpulan
Menerima Keunikan dan Kepraktisan Unisex
Konsep unisex dalam fashion menawarkan berbagai keunikan dan kepraktisan yang tidak dimiliki oleh konsep fashion lainnya. Keunikan ini terletak pada kebebasan ekspresi tanpa batasan gender, memungkinkan setiap individu untuk mengekspresikan diri mereka secara bebas. Selain itu, kepraktisan dalam menggunakan pakaian unisex sangat mempermudah keseharian, mengingat pakaian tersebut dapat digunakan oleh siapa pun tanpa terkecuali.



