Songket adalah jenis tenun tradisional khas Indonesia. Kain songket berasal dari Palembang, Sumatera dan digolongkan sebagai bagian dari keluarga tenunan brokat. Kain songket sendiri ditenun menggunakan benang emas dan perak, menggunakan tangan. Penggunaan benang emas ini akan menimbulkan efek yang lebih kemilau dan cemerlang pada permukaan kain.
Selain di Kota Palembang, ada beberapa kota lain di Sumatera yang juga menjadi tempat penghasil tenun songket terbaik di kelasnya. Daerah tersebut adalah Minangkabau, Padang, Koto Gadang, Silungkang, Sikek, dan sejenisnya. Sementara di luar Pulau Sumatera, kain songket berkualitas juga dihasilkan oleh daerah Bali, Sambas, Makassar, Lombok, Sulawesi, dan sebagainya.
Kain songket ini sudah ada sejak lama, bahkan kemunculannya kerap kali dikaitkan dengan Kerajaan Sriwijaya. Nah, berikut ini pembahasan seputar kain songket berasal dari, sejarah, serta keunikan yang dimilikinya!
Sejarah Kain Songket

Berdasarkan sejarahnya, tenun songket kerap dikaitkan dengan kawasan permukiman dan kebudayaan di Palembang atau Minangkabau di Pulau Sumatera. Jika berdasarkan pada Hikayat Palembang, kain ini bermula dari Kemaharajaan Sriwijaya, sebuah kerajaan terbesar pada zamannya.
Baca Juga : Karakteristik Kain Songket, Kemewahan Material, Kilauan yang Memikat, dan Simbol Kebudayaan
Untuk bahan utama yang digunakan dalam kerajinan songket sendiri adalah benang sutera yang diproduksi sendiri oleh para petani lokal. Ada juga yang mengekspor bahan sutra dari Tiongkok. Sedangkan, benang emasnya biasanya diproduksi oleh masyarakat lokal dari kegiatan pengolahan emas yang ada di beberapa daerah di Pulau Sumatera.
Songket ini ditenun menggunakan alat khusus yakni alat tenun bingkai. Hasil tenunan yang diciptakan pun menghasilkan pola yang rumit, unik, sekaligus menari. Akibat adanya pengaruh dari Kerajaan Sriwijaya, kain songket ini pun menyebar dari Palembang ke seluruh wilayah kekuasan Kerajaan Sriwijaya, dan lambat laun mulai semakin terkenal.
Menurut pada tradisi di Indonesia, warna keemasan yang ada pada kain songket kerap kali dikaitkan dengan kegemilangan Kerajaan Sriwijaya. Saat ini, kain songket masih terus dilestarikan dengan sangat baik di Palembang, daerah ini pun menjadi pusat kerajinan songket terbaik di Indonesia. Jadi, jika Anda tengah pergi berwisata ke Palembang pastikan Anda membeli kain songket khas yang ada di sini ya sebagai kenang-kenangan.
Keunikan Budaya Tradisional Songket

Setiap jenis warisan budaya seperti kain songket pastinya memiliki keunikannya tersendiri. Kain mewah berkualitas ini banyak diminati lantaran kualitas dan juga nilai seninya yang tinggi. Songket adalah kain mewah yang harganya cukup mahal. Untuk songket berkualitas tinggi proses pembuatannya akan memakan waktu sampai 3 bulan. Bahan yang digunakan pun bukan sembarang bahan, apalagi songket ditenun dengan benang sutera dan benang emas. Mengingat berbagai kelebihan di atas, tak mengherankan jika songket berkualitas dari Palembang dijuluki sebagai “Ratu Segala Kain”.
Baca Juga : Tips Memilih Baju Songket Wanita Terbaik
Untuk motif kain tenun songket pun beragam dan beberapa diantaranya yang sudah dipatenkan. Beberapa contoh motif kain songket yang unik adalah: Barantai Putiah, Saik Kalamai, Cukie Baserak, Kunang-kunang, Buah Palo, Barantai Merah, Nampan Perak, Tampuak Manggih, Salapah, Api-api, Sirangkak, Silala Rabah, Bungo Intan, Lepus Pulis, Limar Beranti, dan lain sebagainya.
Untuk pilihan harga kain songket pun sangat beragam, ada pula yang harganya terjangkau dan ada pula yang mahal. Penggunaan benang emas sintetis pun juga akan membuat harga kain ini lebih terjangkau lho, tidak semahal songket zaman dulu yang memang menggunakan benang emas asli.
Nah, itulah beberapa pembahasan seputar kain songket berasal dari, sejarah, hingga keunikannya. Semoga bermanfaat ya!



