Table of Contents
Satu pasang sepatu bisa memakai lima sampai delapan material berbeda sekaligus. Bagian atas mungkin kanvas, lidahnya busa berlapis kain, lining bagian dalam kain rajut halus, sementara solnya karet dengan sisipan busa di tengahnya.
Pembagian ini bukan soal menambah kerumitan produksi. Setiap bagian sepatu menghadapi tekanan yang berbeda, dan material yang cocok untuk satu bagian belum tentu bekerja di bagian lain.
Anatomi Sepatu dan Material di Tiap Bagian
| Bagian | Fungsinya | Material umum |
| Upper | Menutupi dan menopang kaki bagian atas | Kanvas, kulit, suede, mesh, kain knit |
| Lining | Lapisan dalam yang bersentuhan dengan kaki | Kain rajut halus, kulit tipis, mesh |
| Insole | Alas dalam tempat telapak kaki berpijak | Busa, gel, kain penyerap keringat |
| Midsole | Lapisan peredam antara insole dan outsole | EVA, busa poliuretan |
| Outsole | Bagian yang bersentuhan langsung dengan tanah | Karet, karet sintetis |
Bagian yang paling sering dibicarakan saat orang menyebut bahan sepatu adalah upper, karena itu yang terlihat dan menentukan tampilan. Bagian inilah yang paling banyak memakai kain.
Material untuk Bagian Upper
Kanvas
Kain tenun katun atau campuran dengan konstruksi rapat. Paling umum dipakai untuk sepatu kasual karena harganya terjangkau, mudah diwarnai, dan cukup kuat untuk pemakaian harian. Kelemahannya menyerap air, sehingga butuh waktu lama untuk kering.
Ada beberapa varian kanvas dengan karakter berbeda โ ada yang berbahan katun murni, ada yang dicampur poliester, dan ada yang diberi lapisan tahan air.
๐ Detail 8 varian kanvas untuk sepatu: Rekomendasi Jenis Kain Canvas yang Cocok untuk Sepatu
Kulit
Material klasik untuk sepatu formal dan sepatu kerja. Kuat, tahan lama, dan bentuknya menyesuaikan kaki pemakainya seiring waktu. Perlu perawatan rutin supaya tidak retak, dan harganya paling tinggi di antara material upper.
Kulit sintetis jadi alternatif yang jauh lebih terjangkau dengan tampilan menyerupai kulit asli. Ketahanannya lebih rendah, terutama di area lipatan yang sering tertekuk.
Suede
Kulit dengan permukaan berbulu halus yang memberi kesan lembut dan mewah. Populer untuk sneaker dan sepatu kasual premium. Sangat rentan terhadap air dan noda, jadi butuh perawatan khusus dan kurang cocok untuk pemakaian di kondisi basah.
Mesh
Kain berlubang yang memungkinkan udara mengalir bebas. Standar untuk sepatu olahraga karena kaki yang berkeringat butuh sirkulasi. Ringan dan cepat kering, tapi tidak memberi proteksi terhadap air dan lebih mudah sobek dibanding kanvas.
Kain knit
Kain rajut yang dibentuk mengikuti kontur kaki, sering dipakai sepatu lari modern. Sangat lentur dan terasa seperti kaus kaki saat dipakai. Diproduksi dengan mesin rajut khusus yang bisa membentuk pola dalam satu potongan tanpa banyak jahitan.
Perbandingan Material Upper
| Material | Sirkulasi udara | Tahan air | Ketahanan | Perawatan |
| Kanvas | Sedang | Rendah | Sedang | Mudah |
| Kulit | Rendah | Sedang | Tinggi | Perlu rutin |
| Suede | Sedang | Sangat rendah | Sedang | Perlu khusus |
| Mesh | Tinggi | Rendah | Rendah | Mudah |
| Kain knit | Tinggi | Rendah | Sedang | Mudah |
Tidak ada material yang unggul di semua aspek. Sepatu olahraga mengorbankan ketahanan demi sirkulasi udara, sementara sepatu kerja mengorbankan kenyamanan demi perlindungan. Pilihannya selalu mengikuti kondisi pemakaian yang ditargetkan.
Material untuk Sol dan Bagian Bawah
Bagian sol jarang memakai kain, tapi memahaminya membantu melihat gambaran utuh konstruksi sepatu.
Outsole umumnya memakai karet karena daya cengkeramnya dan ketahanannya terhadap gesekan dengan permukaan jalan. Pola alur pada permukaan outsole menentukan seberapa baik sepatu mencengkeram di permukaan basah atau licin.
Midsole memakai material peredam seperti EVA atau busa poliuretan. Bagian ini yang menentukan kenyamanan saat berjalan jauh, karena tugasnya menyerap benturan setiap kali kaki menapak.
Memilih Material Berdasarkan Jenis Sepatu
| Jenis sepatu | Material upper yang umum | Pertimbangan utama |
| Sneaker kasual | Kanvas, kulit sintetis | Tampilan dan harga terjangkau |
| Sepatu lari | Mesh, kain knit | Sirkulasi udara dan bobot ringan |
| Sepatu formal | Kulit | Tampilan rapi dan ketahanan jangka panjang |
| Sepatu kerja lapangan | Kulit tebal, kanvas berat | Perlindungan dan ketahanan gesekan |
| Sepatu outdoor | Kanvas tahan air, sintetis | Proteksi cuaca dan medan tidak rata |
Kombinasi Material dalam Satu Sepatu
Sepatu jarang memakai satu material untuk seluruh bagian upper. Sneaker kasual sering menggabungkan kanvas di bagian badan dengan kulit sintetis di ujung depan dan sekitar tumit, dua area yang paling sering bergesekan.
Kombinasi ini punya alasan praktis. Bagian ujung sepatu menghadapi benturan langsung saat berjalan, sementara tumit menerima gesekan dari kaki yang keluar-masuk. Memperkuat dua titik itu memperpanjang umur sepatu tanpa membuat keseluruhannya kaku dan mahal.
Untuk produksi, kombinasi material berarti penyesuaian di beberapa titik: jarum jahit yang sesuai untuk tiap material, arah jahitan yang tidak melemahkan sambungan, dan pemilihan lem yang cocok untuk kedua permukaan. Semakin banyak material yang digabung, semakin banyak variabel yang perlu diuji sebelum produksi massal.
Tantangan Produksi Sepatu Berbahan Kain
Kain harus tahan tarikan saat lasting
Proses membentuk upper mengikuti cetakan kaki disebut lasting, dan di tahap ini kain ditarik cukup kuat. Kain yang terlalu lentur akan berubah bentuk permanen, sementara yang terlalu kaku sulit dibentuk mengikuti lengkungan.
Jahitan menghadapi tekanan berbeda dari pakaian
Sepatu menerima tekanan berulang di titik yang sama setiap langkah. Jahitan yang cukup untuk pakaian belum tentu bertahan di sepatu, terutama di area lipatan jari dan sekitar tumit.
๐ Kenapa mesin jahit sepatu berbeda: Ini Perbedaan Utama Mesin Jahit Sepatu dengan Mesin Jahit Baju
Perekatan antara kain dan sol
Sambungan antara upper berbahan kain dan sol karet mengandalkan lem khusus. Permukaan kain yang terlalu licin atau berbulu menyulitkan lem menempel kuat, sehingga sol bisa terlepas setelah beberapa bulan pemakaian.
Penyusutan setelah terkena air
Kain berbahan katun bisa menyusut sedikit setelah basah dan kering berulang kali. Pada sepatu, penyusutan ini membuat upper terasa lebih sempit dari ukuran awalnya.
Merawat Sepatu Berdasarkan Materialnya
Kanvas paling mudah dirawat, cukup disikat lembut dengan air sabun lalu dikeringkan di tempat teduh. Menjemur di bawah matahari langsung membuat warna cepat pudar dan lem sol lebih cepat rapuh.
Kulit butuh dilap dengan kain lembap lalu diberi pelembap kulit secara berkala supaya tidak retak. Suede sama sekali tidak boleh dicuci dengan air, cukup disikat dengan sikat khusus suede untuk mengangkat kotoran.
Mesh dan kain knit bisa dicuci dengan tangan, tapi hindari mesin cuci karena putaran dan gesekan di dalamnya bisa merusak struktur rajutan dan melepaskan lem sol.
๐ Panduan mencuci sepatu: Tips dan Cara Mencuci Sepatu agar Tidak Menguning
Kain untuk Produksi Alas Kaki
Weva Textile menyediakan berbagai kain yang bisa dipakai untuk bagian upper sepatu, termasuk kanvas dan kain berkonstruksi rapat lainnya. Untuk material seperti kulit, suede, dan komponen sol, juragan perlu mencarinya di penyedia khusus alas kaki.
Juragan bisa konsultasi jenis sepatu yang akan diproduksi, tim kami bantu carikan kain yang sesuai untuk bagian upper. Juragan bisa minta sample atau beli eceran dulu untuk uji lasting dan perekatan, sebelum order dalam jumlah besar.
- WhatsApp: 089-8000-5000
- Customer Care: 089-8000-2000
- Toko: Jl. Kapasan No. 55B dan 53D, Surabaya
- Belanja online: Shopee ยท Tokopedia ยท TikTok Shop ยท Lazada
- Lihat semua produk Weva Textile
- Lihat katalog kain tas



