Papan, pangan, dan sandang merupakan tiga kebutuhan utama yang perlu dipenuhi seseorang agar bisa hidup dengan nyaman. Papan atau berarti rumah, penting untuk melindungi dari panas dan hujan. Pangan atau makanan bisa memenuhi kebutuhan gizi dan energi. Sedangkan sandang yang juga berarti pakaian, berguna untuk memberi kenyamanan sekaligus perlindungan.
Meski terkesan sepele, kehadiran sandang atau pakaian nyatanya sangat dibutuhkan bagi manusia untuk beraktivitas sehari-hari. Selain menawarkan kenyamanan dan perlindungan, pakaian juga bisa memberi arti lebih untuk pemakainya. Misal, lewat pakaian kamu bisa mengekspresikan diri dengan cara memadu padankannya. Atau dengan mengenakan brand pakaian high end, secara tidak langsung juga bisa memberi kesan mewah dan berkelas.
Terlepas dari kegunaannya, beragam pakaian yang kini mudah ditemukan di pusat perbelanjaan tentu tidak tercipta begitu saja. Ada beberapa tahapan yang harus dilakukan dalam proses pembuatan pakaian. Prosesnya pun tidak mudah. Dalam setiap proses pembuatan pakaian dibutuhkan keahlian, ketelitian, dan waktu yang tidak sebentar.
Wajar rasanya kalau semakin bagus kualitas sebuah pakaian, maka semakin mahal pula harganya. Untuk itu, kamu harus bisa menghargai pakaian dengan merawatnya sebaik mungkin. Jadi penasaran bagaimana proses pembuatan pakaian sampai akhirnya bisa digunakan atau dijual?
Untuk mengetahui bagaimana proses pembuatan pakaian, yuk simak tahapannya dari awal sampai akhir di bawah ini!
- Rancang Desain dan Tentukan Bahan Kain
Tahapan pertama dalam proses pembuatan pakaian adalah merancang desain. Proses ini akan menjadi tuntunan saat membuat pakaian. Kamu bisa mencari inspirasi sebanyak-banyaknya untuk menjadi referensi desain pakaian. Namun pastikan desain yang kamu bikin tetap memiliki ciri khas dan sesuai dengan konsep brand pakaian atau pribadamu.
Setelah membuat desain, selanjutnya tentukan bahan atau kain yang paling tepat dan sesuai. Pemilihan bahan bisa disesuaikan dengan desain atau kegunaan dari pakaian tersebut. Jangan lupa perhatikan juga kualitas bahan yang dipakai demi kenyamanan dan estetika pakaian.
Selain membuat desain dan memilih bahan, kamu juga perlu mengukur badan agar ukuran pakaian pas saat dikenakan. Ukur panjang lengan, lingkar dada, lingkar kerung lengan, lebar bahu, dan panjang baju untuk membuat atasan. Sementara untuk membuat bawahan, ukur lingkar pinggul, lingkar pinggang, dan panjang celana. Kamu juga bisa menggunakan ukuran standar pakaian yang sudah tersedia.
- Buat Tech Pack jika Perlu
Tech pack merupakan istilah industri pakaian yang digunakan untuk menyebut dokumen berisi blueprint dari sebuah desain baju. Biasanya tech pack berisi informasi teknis dan komponen yang dibutuhkan untuk membuat pakaian. Tech pack harus memuat gambaran yang jelas tentang detail desain dan nama pakaian, gambar sketsa, ukuran, contoh bahan, hang tag, dan packaging.
Tech pack akan sangat bermanfaat untuk memproduksi pakaian dalam skala besar yang biasanya dilakukan perusahaan atau garmen besar. Meski begitu, pemilik bisnis pakaian kecil-kecilan juga akan sangat terbantu. Hal ini karena semua data rinci dalam tech pack akan menghemat waktu dan biaya, efisiensi tenaga, serta memastikan hasil produksi lebih rapi.
- Buat Pola Pakaian
Setelah membuat desain, menghitung ukuran badan, dan menentukan bahan, tahapan selanjutnya yaitu proses pembuatan pola pakaian. Proses pembuatan pakaian ini dilakukan dengan cara menggambar pola desain dan ukuran baju yang sudah ditentukan sebelumnya di atas kertas.
Potongan-potongan kertas yang merupakan bagian-bagian pakaian ini akan menjadi panduan saat memotong bahan. Dengan begitu, pola bisa menghindari kesalahan yang terjadi ketika memotong bahan.
Pola juga dibagi menjadi beberapa jenis yaitu pola dasar atas, pola dasar lengan, pola dasar bawah, serta pola dasar atas dan bawah. Setiap jenis pola memiliki fungsinya masing-masing. Semua tergantung pada jenis baju yang akan dibuat.
- Potong Bahan Sesuai Pola
Meski terkesan mudah, ternyata memotong bahan sesuai pola bisa cukup menantang, khususnya bagi pemula yang belum terbiasa. Ada beberapa kiat agar memotong bahan jadi lebih mudah dan minim gagal.
Pertama, letakkan dan susun pola-pola besar terlebih dahulu di atas bahan kain, lalu baru disusul dengan pola yang lebih kecil. Kiat ini berguna untuk menghemat bahan kain. Selain itu, terapkan juga cara ini saat mulai menggunting. Awali memotong bahan dari bagian pola besar seperti badan dan lengan, lalu potong bagian kecil seperti kerah.
Tak kalah penting, usahakan untuk selalu memotong bahan kain mengikuti garis kampuh yang telah dibuat mengikuti pola. Pastikan juga gunting yang digunakan tidak tumpul agar bisa mendapat hasil guntingan yang tampak rata dan halus.
- Membuat Sampel dan Fitting
Membuat sampel pakaian jadi tahapan yang perlu dilakukan jika kamu ingin mengetahui apakah desain, bahan, warna, dan pola sudah sesuai atau belum. Proses pembuatan pakaian ini juga akan memperlihatkan ukuran yang digunakan sudah pas atau masih ada yang harus diperbaiki. Biasanya, hasil sampel pakaian masih dalam bentuk yang belum sempurna namun sudah bisa dipakai.
Untuk itu, penting mencoba sampel pakaian pada model atau diri sendiri demi memastikan setiap detail baju sebelum benar-benar diproduksi. Lewat proses fitting, kamu juga bisa mengetahui nyaman atau tidaknya pakaian saat dikenakan.
- Menjahit
Jika semua persiapan sudah matang dan tidak ada lagi yang perlu diperbaiki, saatnya kamu mulai menjahit. Proses menjahit dilakukan dengan menggabungkan potongan-potongan kain yang sudah digunting sesuai pola menjadi satu. Tahapan ini biasanya dilakukan menggunakan mesin jahit, namun terkadang ada beberapa bagian baju yang lebih bagus jika dijahit manual memakai tangan.
Dibutuhkan ketelitian dan keahlian untuk menjahit setiap bagian baju hingga menjadi sebuah pakaian utuh yang rapi dan sempurna. Biar lebih rapi dan benang tidak terlepas, lakukan pengobrasan pada tepi baju. Jika semua bagian sudah disatukan, baju dapat diberi tambahan hiasan atau detail lain, seperti kancing, saku, dan pita.
- Lakukan Quality Control
Ketika proses menjahit sudah selesai, usahakan untuk tetap memastikan semua bagian baju sudah aman dan layak dipakai. Cek ulang detail pakaian yang dibuat agar tidak ada cacat atau kesalahan.
Quality control jadi tahapan penting bagi pemilik perusahaan garmen karena bisa menentukan hasil akhir produk yang akan sampai di tangan pelanggan. Semakin baik kualitas yang diberikan, tentu semakin baik pula citra brand di mata pelanggan.










