Tahukah juragan bahwa bahan kaos yang keluar dari gudang harus melewati meja potong, mesin jahit, dan meja sablon sebelum akhirnya dicuci untuk pertama kali di rumah pembeli? Bahan yang salah pilih jarang ketahuan di meja potong, karena masalahnya baru muncul di cucian pertama saat sablon retak atau kerah melebar.
Saat itu terjadi, kaosnya sudah di tangan customer. Kain yang selisih harganya cuma sedikit per kilo bisa berujung retur satu lusin, atau yang lebih berat, pelanggan yang diam-diam pindah konveksi.
Pilihan bahan kaos sebenarnya cepat menyempit begitu produk jadinya jelas. Kaos kampanye, kaos distro, jersey lari, dan polo kantor masing-masing hanya punya dua atau tiga kandidat bahan, dan dari situ juragan tinggal menyesuaikan gramasi dengan harga jual.
Table of Contents

Konveksi Paling Sering Memakai Dua Belas Bahan Kaos Ini
Bahan kaos yang beredar di toko kain berasal dari empat keluarga serat: katun, polyester, serat olahan dari kayu atau bambu, dan campuran katun dengan polyester. Dari empat keluarga itu muncul dua belas nama yang paling sering juragan dengar saat belanja kain.
| Bahan | Seratnya | Rasa di tangan |
|---|---|---|
| Cotton combed | Katun dengan proses combing | Halus, adem, menyerap keringat |
| Cotton carded | Katun tanpa proses combing | Sedikit kasar, ada bintik serat |
| Cotton bamboo | Serat olahan bambu | Sangat lembut dan dingin di kulit |
| CVC | Katun lebih dominan, dicampur polyester | Halus, sedikit lebih licin dari katun |
| TC | Polyester lebih dominan, dicampur katun | Lebih kaku, terasa lebih panas |
| Hyget | Polyester rajut tipis | Licin, ringan, sedikit mengkilap |
| PE | Polyester rajut single atau double knit | Lembut, jatuh, warnanya cerah |
| Lacoste / pique | Rajutan bertekstur berpori | Tebal dan bertekstur |
| Jersey dryfit | Polyester dengan rajutan berlubang halus | Ringan, cepat kering |
| Cotton spandex | Katun dicampur serat elastis | Melar lalu kembali ke bentuk semula |
| Rayon | Serat olahan kayu | Dingin, jatuh, lemas |
| Modal | Serat olahan kayu yang lebih kuat dari rayon | Sangat halus dan jatuh |
| Bahan | Paling cocok untuk | Yang perlu diwaspadai |
|---|---|---|
| Cotton combed | Kaos distro, brand retail, kaos harian | Bisa menyusut kalau dicuci air panas |
| Cotton carded | Kaos katun untuk promosi dengan anggaran terbatas | Lebih cepat berbulu setelah sering dicuci |
| Cotton bamboo | Kaos premium, kaos anak | Lebih rapuh saat basah, perlu dicuci lembut |
| CVC | Kaos komunitas dan seragam yang sering dicuci | Porsi campurannya berbeda antar pemasok |
| TC | Kaos promosi dan seragam dengan harga ditekan | Kurang menyerap keringat |
| Hyget | Kaos kampanye dan acara yang dibagikan | Kesannya murah kalau dijual eceran |
| PE | Kaos event dan komunitas | Terasa panas kalau dipakai seharian di luar ruangan |
| Lacoste / pique | Polo shirt, seragam kantor | Sablon di permukaan berpori tidak rata |
| Jersey dryfit | Jersey olahraga, kaos lari | Bisa menyimpan bau badan tanpa lapisan anti-bau |
| Cotton spandex | Kaos ketat, kaos wanita | Butuh jarum dan setelan jahit khusus kain melar |
| Rayon | Kaos wanita longgar, kaos santai | Mudah kusut dan bisa menyusut |
| Modal | Kaos premium, pakaian dalam | Harga kainnya tinggi |
Semua bahan di tabel ini kain rajut, dan itu sebabnya kain kaos dijual per kilogram, bukan per meter seperti kain tenun. Panjang kain rajut ikut berubah saat ditarik, sedangkan beratnya tetap sama.
Dua nama di tabel yang paling sering tertukar adalah CVC dan TC. Keduanya campuran katun dan polyester, tetapi porsinya terbalik. CVC lebih banyak katunnya sehingga lebih adem dan lembut, sedangkan TC lebih banyak polyesternya sehingga lebih murah, lebih kaku, dan lebih panas. Juragan bisa menanyakan porsi campurannya ke pemasok, karena dua kain dengan nama yang sama bisa berbeda isinya.
Satu bahan bisa cocok untuk beberapa produk sekaligus, jadi tabel di atas lebih tepat dibaca dari kolom “Paling cocok untuk”. Juragan cukup mencari produk yang sedang dikerjakan, lalu membandingkan dua atau tiga bahan yang muncul di baris itu.
Gramasi dan Nomor Benang Menentukan Tebal Kaos dan Jumlahnya per Kilo
Gramasi, atau GSM, adalah berat kain dalam gram untuk setiap satu meter persegi. Makin besar angkanya, makin tebal kainnya, dan makin sedikit kaos yang jadi dari satu kilo.
Selisihnya cukup besar di lapangan. Kain rajut polyester 90 gsm bisa jadi sekitar lima kaos dewasa ukuran L per kilo, sedangkan kain pique 200 gsm hanya jadi sekitar tiga. Angka ini estimasi, dan hasil nyatanya tetap bergeser mengikuti model kaos dan cara potong.
Untuk kain katun, juragan juga akan bertemu angka seperti 20s, 24s, dan 30s. Angka itu nomor benang, dan logikanya terbalik dari gramasi: makin besar nomornya, makin halus benangnya dan makin tipis kainnya. Combed 20s terasa padat dan kokoh, sedangkan 30s lebih ringan dan adem di badan.
Yang ikut berubah saat gramasi naik:
- Kaos makin tidak menerawang, jadi aman untuk warna terang tanpa kaos dalam.
- Kain lebih jatuh dan kerahnya lebih tahan melar.
- Kaos terasa lebih panas kalau dipakai seharian di bawah matahari.
- Biaya kain per pcs naik, karena satu kilo menghasilkan lebih sedikit kaos.
Gramasi yang lebih tinggi tidak otomatis lebih baik. Untuk kaos panitia yang dipakai sehari, kain tipis justru masuk akal. Untuk kaos distro yang dipajang di toko, pembeli akan meraba ketebalannya sebelum membayar, dan kain yang terlalu tipis langsung terasa.
๐ Pilih nomor benang combed: Cotton Combed 20s, 24s, 30s, 40s, Pilih yang Mana?
Kaos Distro dan Brand Retail Paling Aman Memakai Cotton Combed
Untuk kaos yang dijual eceran dengan merek sendiri, cotton combed masih jadi pilihan paling aman. Pembeli kaos distro meraba kain sebelum membeli, dan combed terasa halus sekaligus menyerap keringat.
Bedanya dengan carded ada di satu proses, yaitu combing: serat pendek pada kapas dibuang sebelum dipintal, jadi benangnya lebih rata dan permukaan kainnya lebih bersih. Carded melewatkan proses itu, sehingga harganya lebih murah, tetapi permukaannya lebih cepat berbulu setelah dicuci berkali-kali.
Untuk kaos lengan pendek sehari-hari, combed 24s dan 30s yang paling sering dipakai. Combed 20s dipilih kalau juragan ingin kaos yang terasa tebal dan kokoh, misalnya untuk model oversize yang sengaja dibuat jatuh.
Kalau brand juragan mengincar harga jual yang lebih tinggi, cotton bamboo dan modal memberi rasa dingin dan jatuh yang langsung terasa di tangan. Konsekuensinya, harga kainnya lebih mahal dan perawatannya lebih rewel. Kaos bamboo dan rayon perlu dicuci lembut karena seratnya lebih lemah saat basah.
Untuk kaos wanita yang pas di badan, tambahan spandex membuat kaos kembali ke bentuknya setelah ditarik. Rayon lebih cocok untuk kaos wanita yang longgar dan jatuh, dengan catatan kainnya mudah kusut dan bisa menyusut kalau dicuci air hangat.
Katun juga punya batas. Kaos katun yang basah oleh keringat terasa berat dan lama kering, jadi kurang pas untuk kaos yang dipakai berolahraga.
๐ Panduan kain katun: Mengenal Jenis Kain Katun dan Perbedaannya dengan Cotton Combed
Kaos Olahraga dan Komunitas Lari Butuh Polyester yang Cepat Kering
Untuk kaos yang dipakai berkeringat, polyester lebih tepat daripada katun. Serat polyester hampir tidak menyerap air, sehingga keringat berpindah ke permukaan kain dan cepat menguap.
Jersey dryfit dibuat dengan rajutan berlubang halus supaya udara bisa lewat. Kainnya sengaja ringan agar tidak menempel di badan saat basah, dan motif rajutannya sering jadi pembeda antara jersey futsal, jersey lari, dan jersey sepeda.
Jersey tim yang desainnya memenuhi seluruh badan kaos biasanya dicetak dengan sublimasi, yaitu tinta yang diuapkan dengan panas sampai masuk ke dalam serat. Teknik itu hanya jalan di kain polyester berwarna putih. Karena itu juragan perlu memastikan kain jersey untuk printing full body memang putih bersih sebelum dikirim ke tempat printing.
Kaos komunitas yang lebih sering dipakai kumpul daripada lari bisa memakai PE. Rasanya lebih lembut dan jatuh dibanding jersey, warnanya cerah, dan harganya bersahabat untuk order puluhan sampai ratusan pcs.
Satu hal yang perlu diingat, polyester menyimpan bau badan lebih lama daripada katun kalau kainnya tidak diberi lapisan anti-bau. Untuk kaos klub yang dipakai latihan tiap minggu, juragan bisa menanyakan ke pemasok apakah kainnya sudah melewati finishing itu.
๐ Kenali lebih dalam: Panduan jenis bahan jersey untuk kaos olahraga
Kaos Event dan Kampanye Menang di Biaya Kain per Pcs
Untuk order ratusan sampai ribuan kaos yang dipakai satu atau dua kali, penentunya adalah biaya kain per pcs. Hyget dan PE jadi dua kandidat utama, dengan TC sebagai alternatif kalau pemesan minta kaos yang ada unsur katunnya.
Hyget tipis dan ringan, jadi satu kilo menghasilkan banyak kaos. Untuk order semacam ini, Weva menyediakan Nomitex, kain rajut 90 gsm dengan lebar 53 inci tubular. Tubular artinya kain dirajut melingkar seperti selongsong, jadi tidak ada sambungan di sisinya.
Kalau kaosnya akan dipakai berulang, misalnya kaos komunitas atau kaos acara tahunan, Ralley lebih masuk akal. Kain PE ini tersedia dalam single knit dan double knit. Double knit dirajut dengan dua set jarum sehingga kedua sisinya sama rapi dan kainnya lebih stabil saat dijahit.
| Kain Weva | Gramasi dan lebar | Harga per kg |
|---|---|---|
| Nomitex | 90 gsm, 53 inci tubular | Rp 62.500โ70.000 |
| Ralley single knit | 200 gsm, 42 inci | Rp 68.800โ77.500 |
| Ralley double knit | 195 gsm, 45 inci | Rp 78.200โ90.500 |
| Kain Weva | 1 kg jadi berapa kaos L | Biaya kain per kaos L (estimasi) |
|---|---|---|
| Nomitex | ยฑ5 kaos | Rp 12.500โ14.000 |
| Ralley single knit | ยฑ3โ4 kaos | Rp 17.200โ25.800 |
| Ralley double knit | ยฑ3โ4 kaos | Rp 19.550โ30.200 |
โ ๏ธ Harga per Oktober 2026. Konfirmasi harga terbaru via WhatsApp 089-8000-5000.
Untuk gambaran order, 500 kaos ukuran L butuh sekitar 100 kg Nomitex, atau kira-kira Rp 6,25โ7 juta untuk kainnya. Order yang sama dengan Ralley single knit butuh 125โ167 kg, sekitar Rp 8,6โ12,9 juta. Selisih itu yang biasanya menentukan pilihan, terutama kalau anggaran pemesan sudah dipatok per pcs.
Hitungan biaya per kaos di atas belum termasuk rib kerah, yang menurut katalog butuh sekitar 5% dari berat kain. Jumlah kaos per kilo juga bisa bergeser kalau ukurannya campuran atau modelnya memakai lengan panjang.
TC bisa jadi jalan tengah kalau pemesan ingin kaos yang ada katunnya dengan harga yang masih bisa ditekan. Catatannya, TC terasa lebih panas dari katun murni dan kurang menyerap keringat, jadi kurang cocok untuk acara di lapangan terbuka.

๐ Mengenal hyget lebih jauh: Apa itu Bahan Hyget?
๐ Beda single dan double knit: Mengenal Bahan PE Soft Polyester
Polo dan Seragam Kantor Tampil Rapi dengan Lacoste atau Pique
Polo shirt dan seragam kantor butuh kain yang tetap rapi setelah dipakai seharian dan dicuci tiap minggu. Lacoste atau pique menjawab kebutuhan itu, karena rajutannya bertekstur dan lebih tebal sehingga kerah dan badan kaos tidak gampang kusut.
Di pasar, nama lacoste dan pique sering tertukar. Keduanya rajutan berpori kecil, dan yang membedakan bentuk motif rajutannya: lacoste umumnya bermotif kotak kecil, sedangkan pique hexagon bermotif segi enam. Karena tiap pemasok bisa memakai nama berbeda untuk kain yang mirip, meminta sample lebih aman daripada memesan dari nama saja.
Weva menjual kain jenis ini dengan nama Nexora Lacos Pique, dengan gramasi 200 gsm dan lebar 45 inci tubular. Untuk detail benang yang dipakai, juragan bisa menanyakannya langsung ke tim marketing Weva lewat WhatsApp. Karena tebal, satu kilonya hanya jadi sekitar tiga kaos dewasa ukuran L. Dengan harga katalog Rp 97.000โ128.200 per kilo, biaya kainnya sekitar Rp 32.000โ43.000 per polo, belum termasuk rib kerah.
โ ๏ธ Harga per Oktober 2026. Konfirmasi harga terbaru via WhatsApp 089-8000-5000.
Kerah polo biasanya tidak dipotong dari kain yang sama. Konveksi memakai kerah rajut jadi yang dibeli terpisah, jadi juragan perlu mencocokkan warnanya dengan kain badan sebelum produksi dimulai.
Kain tebal bertekstur juga punya kekurangan. Sablon di permukaan berpori hasilnya tidak serata di kain polos, sehingga logo polo lebih sering dibordir. Untuk seragam yang logonya besar di punggung, juragan bisa mempertimbangkan CVC polos sebagai gantinya.
๐ Lacoste dan pique: Mengenal Bahan Lacoste dan Tips Perawatannya
Salah Pilih Bahan Paling Sering Ketahuan Saat Disablon dan Dicuci
Kesalahan bahan kaos yang paling mahal biasanya muncul di pasangan kain dan teknik sablon, lalu di cara mencucinya. Dua-duanya bisa dicegah sebelum order masuk produksi.
Sablon sublimasi di kaos katun akan gagal. Tinta sublimasi hanya mengikat ke serat polyester, jadi di katun warnanya pucat dan cepat luntur setelah dicuci.
Kebalikannya terjadi di kaos polyester berwarna gelap. Pewarna kain bisa naik ke tinta putih saat dipanaskan, sehingga sablon putih berubah kemerahan atau keabu-abuan. Tukang sablon biasanya mengatasinya dengan tinta khusus polyester, jadi juragan perlu menyebut jenis kainnya sebelum sablon dimulai.
| Bahan | Teknik sablon yang aman | Teknik yang sebaiknya dihindari |
|---|---|---|
| Katun (combed, carded) | Plastisol, rubber, discharge, DTG, DTF | Sublimasi |
| Polyester (PE, hyget, jersey dryfit) | Sublimasi di kain terang, DTF, plastisol khusus polyester | Discharge, DTG |
| Campuran (CVC, TC) | Plastisol, DTF | Sublimasi karena warnanya pucat |
| Lacoste dan pique | Bordir, DTF untuk logo kecil | Sablon blok besar di permukaan berpori |
DTG mencetak desain langsung ke kain dengan printer khusus, sedangkan DTF mencetak ke lembaran film lalu ditempel dengan press panas. Plastisol adalah tinta sablon manual yang paling umum dipakai konveksi, dan discharge melunturkan warna kain gelap di area desain sehingga hasilnya menyatu dengan serat katun.
Di cucian, katun murni dan rayon yang paling sering menyusut. Kaos katun lebih awet kalau dicuci dengan air dingin dan tidak dijemur di bawah terik matahari langsung, dan petunjuk perawatan ini layak dicetak di label atau kartu produk supaya pembeli juragan ikut menjaganya.
๐ Teknik sablon per kain: Jenis Sablon Kaos, Kelebihan, dan Kain yang Cocok
Minggu Ini Juragan Bisa Menguji Tiga Bahan Sekaligus
Cara paling murah untuk memastikan pilihan bahan adalah membuat kaos contoh sebelum order besar. Tiga bahan sudah cukup untuk dibandingkan, dan hasilnya bisa terlihat dalam seminggu.
- Pilih tiga kandidat untuk produk yang mau dibuat, misalnya combed 30s, PE, dan hyget untuk kaos komunitas.
- Beli eceran satu kilo per bahan, lalu catat berapa kaos ukuran L yang jadi dari tiap kilo.
- Sablon desain yang sama di ketiganya dengan teknik yang akan dipakai untuk order.
- Cuci tiap kaos tiga kali, lalu cek kerah, ukuran badan, dan sablonnya.
- Hitung biaya kain per pcs dan bandingkan dengan harga jual yang direncanakan.
Dari lima langkah itu juragan mendapat angka sendiri, yang lebih bisa dipegang daripada perkiraan katalog mana pun. Untuk kaos distro, Softera Cotton dari Weva bisa masuk sebagai salah satu kandidat combed yang diuji.
๐ Katalog kain kaos Weva: Lihat pilihan kain kaos Weva
Kalau ingin meraba bahannya sebelum menentukan, juragan bisa minta sample atau beli eceran dulu lewat kontak berikut. Tim Weva juga bisa bantu merekomendasikan kain yang cocok untuk produk yang sedang juragan siapkan.
- WhatsApp: 089-8000-5000
- Customer Care: 089-8000-2000
- Toko: Jl. Kapasan No. 55B dan 53D, Surabaya
- Belanja online: Shopee ยท Tokopedia ยท TikTok Shop ยท Lazada
FAQ Bahan Kaos
Bahan kaos apa yang paling adem untuk cuaca panas?
Katun yang tipis seperti combed 30s, juga serat olahan seperti bamboo dan rayon, terasa paling adem untuk dipakai santai. Untuk kaos yang dipakai berkeringat, jersey dryfit lebih nyaman karena cepat kering. TC dan hyget cenderung terasa lebih panas karena kandungan polyesternya tinggi.
Apakah hyget cocok untuk kaos yang dijual eceran?
Kurang cocok. Hyget tipis dan sedikit mengkilap, jadi pembeli yang meraba kaosnya di toko akan menangkap kesan murah. Kain ini paling pas untuk kaos acara atau kampanye yang dibagikan.
Berapa banyak rib yang dibutuhkan untuk kerah kaos?
Katalog Weva memakai patokan sekitar 5% dari berat kain, jadi setiap satu kilo kain butuh kira-kira 50 gram rib. Kebutuhannya bertambah kalau ujung lengan kaos juga memakai rib.
Kenapa kaos katun menyusut setelah dicuci?
Saat dirajut dan dicelup, kain katun ikut tertarik. Air hangat dan panas mesin pengering membuat seratnya kembali ke panjang semula, sehingga kaos terasa mengecil. Kain yang sudah melewati proses anti-susut di pabrik lebih stabil, dan juragan bisa menanyakan hal ini ke pemasok sebelum order.
Berapa kilo kain yang dibutuhkan untuk 100 kaos?
Tergantung gramasi dan ukurannya. Dengan estimasi katalog Weva untuk ukuran L dewasa, 100 kaos butuh sekitar 20 kg Nomitex, 25โ34 kg Ralley, atau sekitar 34 kg Nexora, ditambah rib sekitar 5%. Kalau satu order mencampur beberapa ukuran, angkanya ikut bergeser.
Apakah combed 24s lebih bagus daripada combed 30s?
Tidak lebih bagus, hanya berbeda ketebalan. Combed 24s lebih tebal dan kokoh, cocok untuk kaos distro yang ingin terasa berisi. Combed 30s lebih tipis dan adem, cocok untuk kaos harian dan kaos yang dipakai di cuaca panas.



