Opens in a new tab
Download Daftar Harga
Disini!

Kain Tubular vs Open Width: Mana yang Efisien untuk Konveksi?

Last Update: 30/07/2026
Bagikan

uka spesifikasi kain jersey mana pun, hampir pasti ada angka lebar diikuti kata “tubular” — misalnya 36 inch tubular. Banyak yang membeli kain ini tanpa benar-benar tahu apa bedanya dari kain rajut biasa, padahal konstruksi ini menentukan cara motong dan menjahitnya.

Tubular berarti kain dirajut langsung berbentuk tabung, tanpa jahitan di sampingnya. Open width sebaliknya — kain dirajut dalam bentuk lembaran datar yang sudah dibuka. Bedanya kelihatan sederhana, tapi dampaknya ke proses produksi cukup besar.

Cara Kerja Mesin Rajut Tubular

Kain jersey biasanya dirajut dengan mesin circular knitting — jarum-jarumnya tersusun melingkar, menghasilkan kain yang otomatis berbentuk tabung saat keluar dari mesin. Karena berbentuk tabung dari lahir, kain ini tidak punya jahitan sambungan di kedua sisinya seperti kain yang ditenun lalu dijahit jadi pipa.

Open width dibuat dengan membelah kain tubular itu di satu sisi, lalu direntangkan jadi lembaran datar. Prosesnya butuh langkah tambahan, dan biasanya ada sedikit bekas lipatan di titik pembelahan, meski tidak selalu terlihat jelas.

Ada juga kain yang memang dirajut datar sejak awal memakai mesin flat knitting, bukan hasil belahan dari tubular. Secara tampilan hasilnya mirip, tapi karakteristik tepinya sedikit berbeda — kain flat knitting cenderung lebih rapi di bagian pinggir karena tidak melalui proses pembelahan.

Dampaknya ke Proses Menjahit

AspekTubularOpen Width
Jahitan sampingTidak ada, langsung berbentuk tabungPerlu dijahit sendiri kalau butuh bentuk pipa
Cocok untukBadan kaos, lengan, bagian silinderPola lebar seperti pola datar dan cutting bebas
Lebar kainTetap, sesuai diameter mesin rajutBisa disesuaikan lebih fleksibel
Waktu jahitLebih cepat untuk bentuk tabungPerlu langkah jahit tambahan di sisi
Sisa potongan (waste)Lebih hemat untuk pola sempitBisa lebih hemat untuk pola lebar tertentu

Untuk badan kaos polos yang bentuknya memang menyerupai tabung, tubular jelas lebih efisien — tidak perlu jahitan samping sama sekali, langsung potong panjang lalu jahit bahu dan lengan. Tapi begitu pola potongannya butuh lebar yang lebih dari diameter tubular-nya, open width jadi pilihan yang lebih masuk akal karena kainnya bisa dibentangkan penuh.

Kenapa Tanpa Jahitan Samping Itu Penting

Jahitan samping pada kaos rajut bukan cuma soal waktu produksi — itu juga soal kenyamanan pemakai. Jahitan yang menyilang di bagian pinggang bisa terasa mengganjal, terutama untuk pakaian olahraga yang bergerak aktif dan berkeringat.

Kaos dari kain tubular tidak punya masalah itu sama sekali, karena memang tidak ada jahitan di sisi badan. Ini salah satu alasan kenapa jersey olahraga hampir selalu memakai kain tubular — kenyamanan saat bergerak jadi prioritas, bukan cuma soal kecepatan produksi.

Trade-off yang Perlu Dipertimbangkan

Tubular tidak selalu jadi pilihan terbaik. Karena lebarnya tetap mengikuti diameter mesin rajut, pola yang butuh lebar ekstra — misalnya kaos oversize dengan potongan sangat lebar, atau produk dengan pola non-standar — bisa jadi lebih sulit dikerjakan dari kain tubular.

Untuk kasus seperti itu, open width memberi kebebasan memotong pola sesuai kebutuhan tanpa terbatas diameter tabung. Konveksi yang sering memproduksi model dengan potongan lebar biasanya tetap menyimpan stok open width di samping tubular, bukan memilih salah satu secara eksklusif.

Contoh sederhana: kaos oblong reguler biasanya pas dipotong dari tubular 36 inch tanpa sisa berlebih. Tapi kaos dengan model oversize yang lebarnya melebihi diameter itu, terpaksa harus disambung dari dua potongan kalau tetap memaksakan tubular — dan hasil sambungan itu justru menambah jahitan yang tadinya ingin dihindari. Untuk model oversize, open width jauh lebih praktis.

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Memilih

Memaksakan tubular untuk pola yang terlalu lebar

Kalau pola potongan lebih lebar dari diameter tubular, opsi yang tersisa adalah menyambung dua potongan kain, dan sambungan itu justru menambah jahitan yang seharusnya dihindari dengan memilih tubular. Cek dulu lebar pola sebelum memutuskan konstruksi kainnya.

Tidak tahu diameter tubular sebelum order

Setiap mesin rajut punya diameter tabung yang berbeda-beda, dan itu menentukan lebar maksimal kain tubular yang dihasilkan. Tanya diameter pastinya ke supplier sebelum order, supaya bisa dihitung apakah cukup untuk pola yang direncanakan atau perlu open width.

Mengabaikan sisa potongan untuk order besar

Untuk order dalam jumlah besar, selisih efisiensi antara tubular dan open width bisa berdampak signifikan ke total kain yang terbuang. Hitung dulu simulasi cutting layout untuk kedua opsi sebelum memutuskan, terutama kalau volumenya ratusan hingga ribuan potong.

Spesifikasi Tubular pada Kain Weva

Seluruh varian Brizfit dari Weva Textile berspesifikasi 36 inch tubular. Artinya setiap varian — Brunoz, Aeromesh, Verano, Emboss, Twotone, dan Anti UV — dirajut langsung berbentuk tabung dengan diameter 36 inch, siap potong tanpa perlu menjahit sisi badan.

Untuk konveksi yang memproduksi kaos dan jersey dengan pola standar, spesifikasi ini langsung berarti proses produksi lebih cepat dan hasil jahitan yang lebih rapi di bagian samping badan.

📖 Kenali Brizfit: Apa Itu Brizfit? Kain Activewear Generasi Terbaru dari Weva Textile

📖 Jenis jersey lainnya: Bahan Jersey: 10+ Jenis, Karakteristik, GSM, Harga dan Tips Memilih

Cara Cepat Mengenali Tubular dan Open Width

  1. Cek jahitan samping. Kaos tanpa jahitan menyilang di bagian pinggang biasanya dari kain tubular. Ada jahitan menyilang berarti dijahit dari open width.
  2. Lihat lebar gulungan kain. Tubular biasanya digulung dalam bentuk tabung pipih, open width digulung datar penuh.
  3. Tanya lebar kain ke supplier. Kalau disebutkan dalam format seperti “36 inch tubular”, itu sudah pasti berbentuk tabung — beda dari sekadar menyebut lebar kain saja.
  4. Perhatikan penyebutan satuan. Kain tubular biasanya disebut dengan diameter tabungnya (misal 36 inch tubular), sementara open width disebut dengan lebar bentangan penuhnya yang bisa dua kali lipat dari diameter tubular setara.

Dampak ke Waktu dan Biaya Produksi

Jahitan samping yang dihindari lewat kain tubular berarti lebih sedikit langkah di meja jahit — dan itu berarti waktu produksi lebih cepat untuk volume yang sama. Untuk konveksi yang membayar berdasarkan jumlah jahitan atau waktu kerja, penghematan ini bisa terasa signifikan di order ribuan potong.

Tapi penghematan waktu jahit itu perlu ditimbang dengan fleksibilitas pola. Kalau brand sering berganti model dengan lebar potongan yang bervariasi, terlalu bergantung pada tubular bisa membatasi kreativitas desain. Banyak konveksi menengah ke atas akhirnya menyediakan dua stok — tubular untuk model standar bervolume tinggi, open width untuk model khusus atau custom.

Order Kain Jersey Tubular

Weva Textile menyediakan Brizfit dengan spesifikasi 36 inch tubular di seluruh variannya.

Juragan bisa konsultasi pola produksi yang direncanakan, tim kami bantu jelaskan apakah tubular sudah cukup atau perlu open width tambahan. Juragan bisa minta sample untuk melihat langsung konstruksi rajutannya, sebelum order dalam jumlah besar.

uka spesifikasi kain jersey mana pun, hampir pasti ada angka lebar diikuti kata “tubular” — misalnya 36 inch tubular. Banyak yang membeli kain ini tanpa benar-benar tahu apa bedanya dari kain rajut biasa, padahal konstruksi ini menentukan cara motong dan menjahitnya.

Tubular berarti kain dirajut langsung berbentuk tabung, tanpa jahitan di sampingnya. Open width sebaliknya — kain dirajut dalam bentuk lembaran datar yang sudah dibuka. Bedanya kelihatan sederhana, tapi dampaknya ke proses produksi cukup besar.

Cara Kerja Mesin Rajut Tubular

Kain jersey biasanya dirajut dengan mesin circular knitting — jarum-jarumnya tersusun melingkar, menghasilkan kain yang otomatis berbentuk tabung saat keluar dari mesin. Karena berbentuk tabung dari lahir, kain ini tidak punya jahitan sambungan di kedua sisinya seperti kain yang ditenun lalu dijahit jadi pipa.

Open width dibuat dengan membelah kain tubular itu di satu sisi, lalu direntangkan jadi lembaran datar. Prosesnya butuh langkah tambahan, dan biasanya ada sedikit bekas lipatan di titik pembelahan, meski tidak selalu terlihat jelas.

Ada juga kain yang memang dirajut datar sejak awal memakai mesin flat knitting, bukan hasil belahan dari tubular. Secara tampilan hasilnya mirip, tapi karakteristik tepinya sedikit berbeda — kain flat knitting cenderung lebih rapi di bagian pinggir karena tidak melalui proses pembelahan.

Dampaknya ke Proses Menjahit

AspekTubularOpen Width
Jahitan sampingTidak ada, langsung berbentuk tabungPerlu dijahit sendiri kalau butuh bentuk pipa
Cocok untukBadan kaos, lengan, bagian silinderPola lebar seperti pola datar dan cutting bebas
Lebar kainTetap, sesuai diameter mesin rajutBisa disesuaikan lebih fleksibel
Waktu jahitLebih cepat untuk bentuk tabungPerlu langkah jahit tambahan di sisi
Sisa potongan (waste)Lebih hemat untuk pola sempitBisa lebih hemat untuk pola lebar tertentu

Untuk badan kaos polos yang bentuknya memang menyerupai tabung, tubular jelas lebih efisien — tidak perlu jahitan samping sama sekali, langsung potong panjang lalu jahit bahu dan lengan. Tapi begitu pola potongannya butuh lebar yang lebih dari diameter tubular-nya, open width jadi pilihan yang lebih masuk akal karena kainnya bisa dibentangkan penuh.

Kenapa Tanpa Jahitan Samping Itu Penting

Jahitan samping pada kaos rajut bukan cuma soal waktu produksi — itu juga soal kenyamanan pemakai. Jahitan yang menyilang di bagian pinggang bisa terasa mengganjal, terutama untuk pakaian olahraga yang bergerak aktif dan berkeringat.

Kaos dari kain tubular tidak punya masalah itu sama sekali, karena memang tidak ada jahitan di sisi badan. Ini salah satu alasan kenapa jersey olahraga hampir selalu memakai kain tubular — kenyamanan saat bergerak jadi prioritas, bukan cuma soal kecepatan produksi.

Trade-off yang Perlu Dipertimbangkan

Tubular tidak selalu jadi pilihan terbaik. Karena lebarnya tetap mengikuti diameter mesin rajut, pola yang butuh lebar ekstra — misalnya kaos oversize dengan potongan sangat lebar, atau produk dengan pola non-standar — bisa jadi lebih sulit dikerjakan dari kain tubular.

Untuk kasus seperti itu, open width memberi kebebasan memotong pola sesuai kebutuhan tanpa terbatas diameter tabung. Konveksi yang sering memproduksi model dengan potongan lebar biasanya tetap menyimpan stok open width di samping tubular, bukan memilih salah satu secara eksklusif.

Contoh sederhana: kaos oblong reguler biasanya pas dipotong dari tubular 36 inch tanpa sisa berlebih. Tapi kaos dengan model oversize yang lebarnya melebihi diameter itu, terpaksa harus disambung dari dua potongan kalau tetap memaksakan tubular — dan hasil sambungan itu justru menambah jahitan yang tadinya ingin dihindari. Untuk model oversize, open width jauh lebih praktis.

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Memilih

Memaksakan tubular untuk pola yang terlalu lebar

Kalau pola potongan lebih lebar dari diameter tubular, opsi yang tersisa adalah menyambung dua potongan kain, dan sambungan itu justru menambah jahitan yang seharusnya dihindari dengan memilih tubular. Cek dulu lebar pola sebelum memutuskan konstruksi kainnya.

Tidak tahu diameter tubular sebelum order

Setiap mesin rajut punya diameter tabung yang berbeda-beda, dan itu menentukan lebar maksimal kain tubular yang dihasilkan. Tanya diameter pastinya ke supplier sebelum order, supaya bisa dihitung apakah cukup untuk pola yang direncanakan atau perlu open width.

Mengabaikan sisa potongan untuk order besar

Untuk order dalam jumlah besar, selisih efisiensi antara tubular dan open width bisa berdampak signifikan ke total kain yang terbuang. Hitung dulu simulasi cutting layout untuk kedua opsi sebelum memutuskan, terutama kalau volumenya ratusan hingga ribuan potong.

Spesifikasi Tubular pada Kain Weva

Seluruh varian Brizfit dari Weva Textile berspesifikasi 36 inch tubular. Artinya setiap varian — Brunoz, Aeromesh, Verano, Emboss, Twotone, dan Anti UV — dirajut langsung berbentuk tabung dengan diameter 36 inch, siap potong tanpa perlu menjahit sisi badan.

Untuk konveksi yang memproduksi kaos dan jersey dengan pola standar, spesifikasi ini langsung berarti proses produksi lebih cepat dan hasil jahitan yang lebih rapi di bagian samping badan.

📖 Kenali Brizfit: Apa Itu Brizfit? Kain Activewear Generasi Terbaru dari Weva Textile

📖 Jenis jersey lainnya: Bahan Jersey: 10+ Jenis, Karakteristik, GSM, Harga dan Tips Memilih

Cara Cepat Mengenali Tubular dan Open Width

  1. Cek jahitan samping. Kaos tanpa jahitan menyilang di bagian pinggang biasanya dari kain tubular. Ada jahitan menyilang berarti dijahit dari open width.
  2. Lihat lebar gulungan kain. Tubular biasanya digulung dalam bentuk tabung pipih, open width digulung datar penuh.
  3. Tanya lebar kain ke supplier. Kalau disebutkan dalam format seperti “36 inch tubular”, itu sudah pasti berbentuk tabung — beda dari sekadar menyebut lebar kain saja.
  4. Perhatikan penyebutan satuan. Kain tubular biasanya disebut dengan diameter tabungnya (misal 36 inch tubular), sementara open width disebut dengan lebar bentangan penuhnya yang bisa dua kali lipat dari diameter tubular setara.

Dampak ke Waktu dan Biaya Produksi

Jahitan samping yang dihindari lewat kain tubular berarti lebih sedikit langkah di meja jahit — dan itu berarti waktu produksi lebih cepat untuk volume yang sama. Untuk konveksi yang membayar berdasarkan jumlah jahitan atau waktu kerja, penghematan ini bisa terasa signifikan di order ribuan potong.

Tapi penghematan waktu jahit itu perlu ditimbang dengan fleksibilitas pola. Kalau brand sering berganti model dengan lebar potongan yang bervariasi, terlalu bergantung pada tubular bisa membatasi kreativitas desain. Banyak konveksi menengah ke atas akhirnya menyediakan dua stok — tubular untuk model standar bervolume tinggi, open width untuk model khusus atau custom.

Order Kain Jersey Tubular

Weva Textile menyediakan Brizfit dengan spesifikasi 36 inch tubular di seluruh variannya.

Juragan bisa konsultasi pola produksi yang direncanakan, tim kami bantu jelaskan apakah tubular sudah cukup atau perlu open width tambahan. Juragan bisa minta sample untuk melihat langsung konstruksi rajutannya, sebelum order dalam jumlah besar.

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan (FAQ)


Apa itu kain tubular?

Kain tubular adalah kain rajut yang dibuat langsung berbentuk tabung oleh mesin circular knitting, tanpa jahitan sambungan di kedua sisinya. Beda dari kain yang dirajut datar lalu dijahit jadi pipa.


Apa beda tubular dan open width?

Tubular berbentuk tabung sejak keluar dari mesin rajut, tanpa jahitan samping. Open width adalah kain yang dibelah dan direntangkan jadi lembaran datar, biasanya butuh jahitan tambahan kalau ingin dibentuk jadi pipa lagi.


Kenapa jersey olahraga sering pakai kain tubular?

Karena tanpa jahitan samping, kaos dari kain tubular lebih nyaman dipakai bergerak aktif — tidak ada jahitan yang mengganjal di bagian pinggang saat berolahraga.


Apakah tubular selalu lebih baik dari open width?

Tidak selalu. Tubular lebih efisien untuk pola standar seperti badan kaos, tapi lebarnya tetap mengikuti diameter mesin rajut. Untuk pola yang butuh lebar ekstra, open width lebih fleksibel.


Berapa lebar kain tubular Brizfit?

36 inch, berlaku untuk seluruh varian Brizfit — Brunoz, Aeromesh, Verano, Emboss, Twotone, dan Anti UV.


Di mana beli kain jersey tubular?

Weva Textile menyediakan Brizfit dengan spesifikasi 36 inch tubular. Toko di Jl. Kapasan No. 55B dan 53D, Surabaya. WhatsApp 089-8000-5000.