Batik merupakan kain tradisional khas Indonesia yang sarat akan beragam nilai budaya. Batik di tiap wilayah Indonesia pun berbeda-beda, masing-masing wilayah pastinya memiliki batik dengan ciri khasnya masing-masing. Selain itu teknik pembuatan batik pun sangat beragam lho, salah satunya adalah teknik jumputan (celup ikat) ini! Teknik ini akan menghasilkan sebuah batik khas dan unik yang dikenal dengan nama Batik Jumputan.
Batik jumputan adalah batik yang diwarnai dengan cara diikat lalu dicelupkan pada larutan pewarna. Jadi, nanti ada beberapa bagian dari kain yang diikat kencang kemudian dicelupkan selama beberapa saat dalam pewarna sehingga akan menghasilkan corak warna yang indah.
Batik jumputan atau batik ikat celup adalah batik yang cukup diminati dan banyak dijumpai di pasaran, proses pembuatannya pun cukup mudah jika dibandingkan dengan batik tulis. Batik ini pun juga memiliki beragam corak unik dengan beragam gradasi warna yang cantik. Apakah Anda tertarik mempelajari cara membuat batik jumputan? Kalau iya, yuk simak tipsnya dibawah ini!
Ini Dia Cara Membuat Batik Jumputan
Bahan & Alat
Hal pertama yang harus Anda persiapkan adalan bahan dan alat-alat sederhana, seperti:
- Kain: bisa kain katun, kain mori prima, kain blacu, atau kain primisima polos
- Pewarna pakaian (sesuai warna yang dikehendaki) + penguatnya, bisa pakai wantex
- 2 liter air per 1 kemasan pewarna
- Plastik
- Kelereng, batuan, uang logam
- Karet gelang/tali rafia/benang
- Garam
- Spatula (pengaduk) dan panci yang tidak terpakai
- Kompor
- Ember
Langkah-Langkah:
Setelah semua bahan dan alat yang dibutuhkan tersedia, berikut ini langkah-langkah dalam cara membuat batik jumputan:
- Bentangkan kain terlebih dahulu, ikat bagian-bagian kain yang tidak ingin diwarnai menggunakan gelang karet/tali/benang. Dalam ikatan tersebut, isi dengan koin/batu/uang logam. Anda bisa membungkus bagian ikatan dengan plastik.
- Siapkan kompor, masukkan sekitar 2 liter air (per 1 kemasan pewarna) dalam panci, masak hingga air mendidih. Masukkan zat pewarna kain (bisa sintetis atau pewarna alami) ke dalam air panas mendidih, tambahkan 2 sendok teh garam biasa. Aduk larutan menggunakan spatula hingga merata. Pastikan larutan pewarna benar-benar tercampur.
- Celupkan kain yang sudah diikat-ikat tadi kedalam ember yang berisi air dingin terlebih dahulu, lalu peras. Kemudian, masukkan dalam larutan pewarna hingga terbenam seluruhnya. Putar-putar kain dengan spatula sampai seluruh bagiannya tercelup. Biarkan kurang lebih 1 jam, lalu angkat, buka ikatan-ikatan yang sudah dibuat, dinginkan sejenak dengan diangin-anginkan, lalu cuci sampai bersih. Pastikan warnanya tidak kembali luntur.
- Jamur kain tersebut sampai kering kemudian setrika rapi. Kain batik jumputan karya Anda sendiri sudah jadi!
Anda juga bisa lho mendesain kain batik jumputan tersebut dalam berbagai jenis pakaian, seperti dibuat menjadi rok lilit yang estetik. Untuk rekomendasi pewarnanya bisa dari pewarna sintetis yang lebih praktis ataupun pewarna alami dari berbagai tumbuhan.
Contoh pewarna alaminya adalah warna biru yang bisa diambil dari buah dan kulit Pohon Tarum, warna coklat dari Pohon Saga, air rebusan teh, dan sejenisnya. Dengan belajar cara membuat batik jumputan, Anda bisa meningkatkan kreativitas sekaligus melestarikan budaya bangsa. Selamat mencoba!



