Opens in a new tab
Download Daftar Harga
Disini!

Baju Adat Bodo, Simbol Kekayaan Budaya Nusantara yang Perlu Dilestarikan

Last Update: 22/09/2026
Bagikan

Sumber gambar

Baju Bodo, salah satu pakaian adat Makassar yang digunakan oleh wanita, kerap dikenakan dalam acara adat dan pernikahan. Menurut Universitas Binus, nama “Baju Bodo” digunakan di wilayah Makassar, sedangkan dalam bahasa Bugis disebut “Waju Ponco”. “Bodo” atau “ponco” memiliki arti “pendek” karena baju ini memiliki lengan pendek.

Selain itu, baju bodo juga memiliki keunikan dalam pola dan warnanya. Pola yang biasa digunakan adalah motif geometris dengan warna-warna cerah seperti merah, kuning, hijau, dan biru. Ada juga baju bodo yang menggunakan hiasan manik-manik atau sulaman untuk menambah kesan mewah dan elegan.

Tidak hanya itu, baju bodo juga memiliki makna penting bagi masyarakat Sulawesi Selatan. Baju ini sering digunakan dalam acara adat seperti pernikahan, upacara adat, dan festival. Selain itu, baju bodo juga dianggap sebagai simbol identitas dan kebanggaan bagi masyarakat Sulawesi Selatan.

Meskipun zaman terus berubah dan munculnya berbagai busana baru, namun baju bodo tetap menjadi busana yang penting dan melekat di hati masyarakat Sulawesi Selatan. Sebagai warisan budaya yang harus dijaga dan dilestarikan, baju bodo menjadi bukti nyata bahwa kekayaan budaya Indonesia begitu beragam dan patut diapresiasi.

Bentuk Baju Adat Bodo

Seperti namanya, baju bodo memiliki ukuran pendek dengan lengan yang juga pendek, hanya setengah lengan atas. Bentuknya menyerupai persegi seperti balon.

Dulu, baju bodo dipakai tanpa baju dalaman sehingga aurat terlihat. Kain sarung digunakan untuk menutupi bagian pinggang ke bawah. Namun, setelah Islam masuk ke Kota Makassar, baju bodo mengalami perubahan. Untuk menutupi aurat di bagian dada, baju dalaman serasi dengan warna baju bodo digunakan.Pakaian bawahnya masih menggunakan kain sarung sutra dengan warna yang senada.

Perubahan dalam cara penggunaan baju bodo juga turut mempengaruhi peran dan fungsi baju ini dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Sulawesi Selatan. Sebelumnya, baju bodo digunakan sebagai pakaian sehari-hari yang praktis dan nyaman untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Namun, setelah adanya pengaruh agama Islam, baju bodo lebih banyak digunakan dalam acara-acara formal dan upacara adat.

Namun, meskipun baju bodo kini lebih sering digunakan dalam acara-acara formal, namun keberadaannya tetap dianggap penting oleh masyarakat Sulawesi Selatan. Baju bodo masih menjadi salah satu pilihan busana yang sangat diminati oleh wanita dalam berbagai acara. Selain itu, baju bodo juga dianggap sebagai simbol identitas dan budaya yang khas dari Sulawesi Selatan.

Sebagai warisan budaya, baju bodo menjadi salah satu bagian dari kekayaan budaya yang harus dijaga dan dilestarikan. Dengan menjaga dan melestarikan baju bodo, kita turut mempertahankan warisan budaya Indonesia yang beragam dan memperkaya kekayaan budaya bangsa.

Penggunaan Baju Adat Bodo Berdasarkan Kegunaan dan Warnanya

Dalam masa lalu, penggunaan baju bodo harus mematuhi aturan adat yang telah ditetapkan. Salah satu aturannya adalah mengenai panjang dan warna baju bodo.

Menurut aturan adat, baju bodo yang berukuran pendek hingga pinggang biasanya dipakai oleh anak gadis, penari, dan pengantin. Sedangkan baju bodo yang memiliki ukuran panjang hingga betis biasanya digunakan oleh orang dewasa. Selain itu, penggunaan baju bodo juga ditentukan berdasarkan warnanya sebagai simbol identitas usia dan status sosial si pemakai.

Misalnya, baju bodo warna jingga biasanya digunakan oleh anak-anak yang berusia di bawah 10 tahun, sedangkan warna merah diperuntukkan untuk gadis remaja usia 17-25 tahun. Baju bodo berwarna putih biasanya dipakai oleh perempuan dari kelas bawah atau masyarakat awam, sementara kaum bangsawan menggunakan warna hijau. Adapun warna ungu digunakan oleh para perempuan janda.

Namun, saat ini aturan penggunaan baju adat bodo sudah terabaikan. Orang-orang memakai baju bodo dengan ukuran dan warna sesuai dengan selera masing-masing, tanpa memperhatikan aturan adat yang sebelumnya telah ditetapkan. Meskipun begitu, keberadaan baju bodo tetap menjadi salah satu warisan budaya yang perlu dilestarikan dan dijaga agar tidak hilang dari kekayaan budaya bangsa.