Opens in a new tab
Download Daftar Harga
Disini!

Tips Dan Trik Mudah Menjahit Kain Parasut Yang Tahan Lama

Last Update: 11/05/2025
Bagikan

Kain parasut terkenal dengan sifatnya yang ringan, tahan lama, dan kuat. Namun, menjahit kain parasut bisa menjadi tantangan tersendiri karena kain ini memiliki tekstur yang berbeda dengan kain lainnya.

Jika tidak dijahit dengan benar, jahitan pada kain parasut bisa mudah rusak dan mengkerut sehingga merusak proyek jahitan Anda.

Oleh karena itu dalam artikel ini, ada beberapa tips dan trik yang dapat membantu Anda menjahit kain parasut dengan mudah. Hal ini tentu membantu Anda menghasilkan jahitan yang awet dan kuat.

Bahan Parasut Itu Apa?


Jenis Kain Parasut Ripstop (sumber: www.sappi.com)

 

Kain parasut (parachute fabric) adalah jenis kain yang terbuat dari campuran serat seperti nilon atau polyester serta katun maupun silk. Ia memiliki beragam jenis kain mulai dari biway hingga yang terkenal di luar negeri, ripstop.

Jenis kain ini cenderung tipis dan tidak tahan panas setrika, sehingga tidak disarankan untuk disetrika secara langsung. Panas dari setrika akan membuat lapisan parasut mengkerut dan kusut.

Walaupun demikian, kain parasut justru tahan terhadap air dan angin. Sehingga sering digunakan untuk membuat pakaian atau perlengkapan outdoor yang tahan cuaca.

10 Tips dan Trik Cara Menjahit Kain Parasut Yang Baik

Mempelajari cara menjahit kain parasut bisa menjadi sulit bagi penjahit pemula. Misalnya, kain parasut terkenal licin dan rentan terhadap selip.

Hal tersebut tentu dapat merusak dan membuat mesin jahit Anda berantakan. Masalah lainnya termasuk jahitan yang mengkerut, jahitan yang terlewat, bahkan potongan jahitan yang membuat mesin macet.

Jadi bagaimana solusi menjahit kain parasut?

1.   Tidak Perlu Mencuci Kain Parasut Di Awal

Sebenarnya kain parasut tidak perlu disusutkan (preshrunk) terlebih dahulu jadi, pencucian (pre washing) pada proses awal tidak disarankan. Khususnya untuk jenis kain yang tahan air karena akan menghilangkan kekuatannya.

Walaupun demikian, sebagian besar konveksi tetap mencucinya untuk menghindari kontaminasi bahan kimia atau kotoran selama proses produksi.

Namun, perlu diingat bahwa beberapa jenis parasut mungkin hanya boleh dicuci dengan air dingin. Selain itu tidak disarankan dikeringkan menggunakan mesin agar kain tidak rusak.

2.   Hati-Hati Saat Menyetrika Kain Parasut


Kain Parasut Yang Kusut (sumber: www.sewingmachinefun.com)

 

Sebaiknya Anda tidak menyetrika kain parasut, kecuali dalam keadaan yang sangat diperlukan. Hal ini karena kain bisa rusak akibat panas yang terlalu tinggi.

Maka dari itu, kain parasut paling baik disimpan dalam keadaan digulung, bukan dilipat untuk mencegah kusut.

Namun, jika Anda ingin menyetrika kain parasut, sebaiknya gunakan setrika dengan suhu yang rendah. Anda juga bisa melapisi kain dengan katun atau jenis lain agar tidak bersentuhan langsung. Selain itu, jangan gunakan uap, karena uap bisa merusak serat kain.

Jangan menekan setrika terlalu keras pada kain parasut, dan pastikan untuk menyetrika pada bagian belakang kain, bukan pada bagian depan.

3.   Berhati-Hati dengan Pattern Layout dan Penggunaan Penjepit

Kain parasut biasanya cukup tahan terhadap lubang akibat peniti. Namun, hal ini tergantung pada seberapa sering dan seberapa kuat kain tersebut ditarik atau dipegang di area peniti tersebut.

Jika kain parasut di peniti dengan hati-hati dan diatur dengan benar, maka kemungkinan besar tidak akan meninggalkan lubang permanen.

Namun, jika Anda ingin menghindari kemungkinan terjadinya lubang akibat peniti, Anda bisa menggunakan teknik lain. Baik untuk membuat pola atau menempelkan bagian kain sebelum dijahit.

Anda bisa menggunakan klip kain, selotip khusus, atau lem khusus untuk kain sintetis.

4.   Potong Kain Parasut dengan Benar


Pemotong Kain Rotary (sumber: www.sewingmachinefun.com)

 

Dalam melakukan pemotongan kain parasut, gunting kain yang ideal digunakan adalah gunting kain atau pemotong rotary yang tajam dan kuat.

Alat pemotong yang tumpul atau gunting biasa akan memperparah tepiannya dan tidak menghasilkan potongan yang bersih.

5.   Minimalkan Pinggiran Kain Menjumbai dan Rapikan Tepi Sebelum Menjahit

Pinggiran kain yang menjumbai atau fray biasanya terjadi pada kain sintetis yang seratnya mudah terurai, seperti kain parasut.

Untuk meminimalkan kain parasut yang menjumbai, ada beberapa cara yang bisa dilakukan:

  • Hemming

Hemming adalah teknik penyelesaian tepi kain dengan cara melipat tepi kain dan menjahitnya dengan benang yang kuat dan tepat.

Teknik ini sangat efektif dalam menghindari pinggiran kain parasut yang menjumbai dan memberikan tampilan rapi pada kain.

  • Gunakan Perekat Khusus

Ada beberapa perekat khusus yang bisa digunakan pada kain sintetis seperti kain parasut untuk mencegah pinggiran kain yang menjumbai.

Perekat khusus ini dapat ditemukan di toko-toko perlengkapan jahit seperti Visbella glue.

  • Zigzag Stitch

Anda bisa menggunakan teknik jahit zigzag untuk menjahit tepian kain yang tidak di hemming. Jahitan zigzag dapat membantu mencegah pinggiran kain yang menjumbai dan mencegah kain dari koyak.

  • Cauterizing

Cauterizing adalah teknik untuk menghilangkan pinggiran kain dengan cara membakar tepi kain menggunakan api. Teknik ini lebih cocok untuk jenis kain sintetis.

6.   Gunakan Alat Penanda Yang Tepat

Uji alat penanda (marking tools) apapun pada sepotong kain parasut bekas untuk memastikan tampilannya di kain dan dapat dihapus dengan mudah. Beberapa alat penanda yang cocok digunakan pada kain parasut:

  • Pensil Tailor

Pensil tailor adalah marking tools yang paling umum digunakan pada kain termasuk kain parasut. Alat ini memiliki ujung yang tipis dan ringan sehingga tidak akan merusak kain.

Namun pastikan untuk menggunakan pensil yang tajam dan bersih agar tidak meninggalkan bekas pada kain.

  • Kapur Garis

Kapur adalah alat penanda yang cukup populer digunakan pada kain parasut karena dapat meninggalkan garis yang jelas dan mudah terlihat.

Alat ini tersedia dalam berbagai warna dan mudah digunakan. Namun, pastikan untuk membersihkan sisa kapur pada kain dengan hati-hati setelah selesai menandai.

  • Spidol

Spidol dapat digunakan untuk menandai pada kain parasut dengan baik. Namun pastikan Anda menggunakan jenis spidol yang water soluble atau larut dalam air agar tidak meninggalkan bekas setelah dijahit.

  • Tape Masking

Tape masking dapat digunakan untuk menandai garis pada kain karena tidak akan meninggalkan bekas atau residu pada kain.

Alat ini juga cukup mudah digunakan, cukup menempelkan pada kain dan potong sesuai dengan garis yang diinginkan.

7.   Pilih Jarum Yang Tepat


Jenis Jarum Jahit Kain Parasut (sumber: www.sewingmachinefun.com)

 

Pilih jarum yang baru dan tajam serta sesuaikan ukuran jarum dengan berat kain.

Jarum yang besar akan meninggalkan bekas lubang yang besar, mengurangi kualitas serat kain dan membuat jahitan tidak sedap dipandang.

Jadi pilihlah jarum terkecil yang bekerja dengan baik. Anda bisa memulainya dengan jarum 70/100 Microtex karena cocok digunakan untuk jenis microfibers.

8.   Pilih Presser Foot Yang Kompatibel


Jenis Presser Foot Kain Parasut (sumber: www.tokopedia.com)

 

Kain parasut merupakan jenis kain yang licin dan rentan terhadap selip, sehingga membutuhkan presser foot yang tepat.

Anda dapat menggunakan press foot khusus untuk bahan sintetis seperti presser foot teflon. Alat ini memiliki lapisan anti lengket sehingga dapat melewati bahan sintetis tanpa menempel atau merusak serat kain.

Anda juga dapat menambahkan selapis kertas atau tisu di atas kain agar bahan menjadi sedikit lebih kaku pada saat melewati presser.

9.   Gunakan Benang Terbaik Untuk Menjahit Kain Parasut

Pastikan Anda menggunakan benang yang kuat dan tahan lama seperti benang nilon atau benang kevlar untuk menjahit kain parasut.

10.   Belajar Menyesuaikan Pengaturan Mesin Jahit Untuk Hasil Terbaik

Pilih jarum dengan ukuran sedang (sekitar 2,5mm). Panjang jarum yang kecil dapat menyebabkan masalah karena terlalu banyak penetrasi jarum.

Pegang ujung benang dengan jari Anda saat melakukan jahitan pertama untuk menghindari kain parasut macet di bagian throat plate.

Selanjutnya, selalu pegang kain dengan aman di kedua sisi untuk membantu mengarahkan kain selama menjahit.

Dengan mengikuti tips dan trik ini, Anda dapat menjahit kain parasut dengan kuat dan awet sehingga dapat digunakan untuk kegiatan luar ruangan tanpa takut robek dan rusak.