Pengertian Kain Mori dan Jenis-jenisnya

Batik adalah salah budaya tradisional Indonesia yang memiliki karakteristik dan ciri khas yang unik dan sarat dengan nilai adat dan budaya masyarakat setempat. Untuk membuat batik, ada banyak sekali hal yang harus Anda persiapkan. Selain desain, pemilihan kain yang tepat juga menjadi hal penting dalam pembuatan batik. Salah satu jenis kain yang sering digunakan untuk membuat batik adalah kain mori.
Kain mori memiliki kelebihan dalam hal kualitas dan tekstur yang membuatnya sangat cocok digunakan sebagai bahan dasar pembuatan batik. Lalu, apa itu sebenarnya kain mori? Simak pembahasan lanjutnya pada ulasan dibawah ini ya!
Kain Mori Adalah
Kain yang identik dengan kain pembungkus jenazah (kain kafan) ini kerap digunakan untuk berbagai hal lainnya, salah satunya adalah bahan kain untuk membatik. Sederhananya, kain mori adalah kain berwarna putih yang sudah melalui tahap finishing sehingga warnanya lebih cerah dan permukaan kainnya lebih halus.
Kain mori bisa dibuat dari serat-serat alam seperti serat kapas, shantung atau rayon, linen sampai ke serat sintetis seperti poly blend dan polyester. Dibandingkan kain katun biasa, kain mori memiliki serat yang lebih halus dan rapat sehingga permukaan terasa lembut. Selain itu, kain mori juga memiliki kekuatan dan daya tahan yang baik, sehingga dapat digunakan untuk membuat batik yang tahan lama.
Warna pada kain mori juga lebih tajam dan cerah, sehingga hasil akhir batik yang dihasilkan pun lebih memukau. Kain mori juga mudah untuk dicuci dan dirawat, sehingga cocok untuk digunakan dalam berbagai keperluan, baik untuk batik yang digunakan untuk keperluan pribadi maupun untuk bisnis.
Kain mori atau yang disebut sebagai kain cambric juga termasuk dalam kategori tenun benang kapas yang dibuat di pabrik dengan teknik anyaman sederhana polos dan kemudian diputihkan warnanya.
Baca Juga : Mengenal Kain Mori dan Perbedaannya dengan Kain Kafan
Jenis-Jenis Kain Mori untuk Membatik

Layaknya kain tekstil pada umumnya, kualitas kain mori ini dibedakan menjadi beberapa tingkatan. Nah, berikut ini ada beberapa jenis kain mori yang harus Anda ketahui:
Primissima
Jika Anda mencari kain mori berkualitas tinggi, maka salah satu pilihan terbaiknya jatuh pada kain mori primissima. Kain mori ini punya struktur benang Ne 50-56 dengan kerapatan benang lungsinya sekitar 105- 125 per inch atau sekitar 42 – 50 cm. Sementara untuk kerapatan benang pakannya sekitar 100 – 120 inch.
Kain yang terbuat dari benang katun 40s ini punya pola anyaman yang lebih rapat, kain ini kerap digunakan sebagai bahan untuk membuat batik kualitas premium yang harganya mahal. Untuk rekomendasi merknya ada kain mori Kereta Kencana, Crown, Primis Tari Kupu, Anjalika, Trijatha, dan lain sebagainya.
Prima
Kain mori berkualitas sedang yang kerap digunakan untuk jenis batik cap, spesifikasi benangnya lebih kasar dengan tingkat ketebalan lebih rendah. Susunan benangnya menggunakan benang Ne 36- 46, kandungan kanji <100%. Merk yang terkenal adalah Bendera, Kupu, Menjang, Gong, dan Ayam Mas.
Biru
Kain mori adalah kain yang biasanya digunakan untuk batik, jenis selanjutnya adalah kain mori biru. Kain ini adalah mori berkualitas rendah. Menggunakan susunan benang lungsi Ne 28-36 dan benang pakan Ne 26-34. Kain ini punya regangan dan permukaan yang kasar, merknya yang terkenal ada Mori Cendrawasih, Nanas, Garuda Dunia, dan sejenisnya.
Berkolissima
Jenis kain mori yang melalui proses finishing tambahan yang dinamakan Mercerized- Sanforized. Kain mori jenis ini kerap digunakan untuk pembuatan batik tulis, batik cap, dan batik printing. Bahan pembuatannya menggunakan katun carded yang punya komposisi CD40 x CD40 dengan susunan kain 130 x 70.
Voilissima
Kain mori yang terbuat dari katun combed CM50 X CM50 dengan konstruksi kain 88 X 70. Karakteristik kualitasnya kurang lebih sama dengan mori primissima, hanya saja kain satu ini punya tekstur yang tipis. Kain ini juga melalui finishing mercerized-sanforized, layaknya mori Voilissima. Selain untuk kain batik, mori jenis ini kerap digunakan untuk membuat berbagai jenis aksesoris pakaian lainnya.
Baca Juga : Kain Dobby: Tekstur dan Penggunaannya dalam Fashion
Batu
Mori batu adalah kain mori yang punya kualitas paling rendah, Dibuat dari benang katun 20s dengan nyaman plan atau polosan, lebar kainnya sekitar 115 cm. Teksturnya agak kasar, permukaannya juga kurang rapat. Kain ini kerap dimanfaatkan untuk membuat batik berkualitas rendah, harganya pun paling terjangkau dibandingkan jenis mori lainnya.
Shantung atau Rayon
Memiliki kain yang lebih halus dan adem dibandingkan mori yang terbuat dari katun. Kerap digunakan untuk bahan batik cap dan printing yang punya warna yang lebih cerah. Terbuat dari rayon 30s dengan anyaman polos dan tingkat kerapatan sedang.
Herringbone
Terbuat dari dobby herringbone, karakteristik utamanya adalah punya motif yang unik.
Poplin TR
Kain yang punya permukaan yang halus dengan anyaman rapat dan tekstur permukaan yang halus. Dibuat dari benang TR 45s dengan susunan 133 x 72. Kain ini kerap digunakan untuk bahan membuat kemeja, blouse, mukena, dan sejenisnya.
Kain mori adalah kain putih hasil fabrikasi yang punya beragam jenis. Selain digunakan sebagai kain untuk membatik, kain ini juga kerap digunakan jadi filter atau saringan (seperti saringan tahu), background layar tancap, dan disulap menjadi berbagai produk fashion lainnya!

