Kalau juragan pernah menerima pesanan 200 tas ransel sekolah dengan kriteria awet dipakai setahun dan harus jadi dalam tiga minggu, mungkin di benak juragan muncul pertanyaan “Pakai kain apa ya?”. Ini rekomendasi dan beberapa hal yang perlu juragan perhatikan saat membuat tas ransel dalam jumlah banyak.
Jika dilihat sekilas, kain luar yang terlihat seperti hanya satu bagian. Padahal di dalamnya ada furing, di bawahnya ada kain dasar yang menahan beban dan gesekan lantai, dan di punggung ada jala yang menempel ke badan pemakai. Kalau yang dihitung hanya kain luar, juragan pasti perlu belanja kain lagi di tengah produksi dan jadwal produksi bisa dipastikan mundur.
Dengan peta kain per bagian yang kami rekomendasikan ini, juragan bisa menyusun daftar belanja satu order sekaligus, termasuk aksesori yang paling sering luput dari hitungan.

Tiga Lapis Kain yang Umum Digunakan
Untuk membuat tas ransel, juragan perlu setidaknya memakai tiga kain berbeda: kain luar untuk badan tas, furing untuk bagian dalam, dan kain dasar yang lebih kuat untuk alas. Ransel yang lebih lengkap menambah lapis keempat, yaitu kain jala di panel punggung dan kantong botol.
Tiap bagian ransel menerima beban yang berbeda. Badan tas kena gesekan ringan dan cipratan hujan. Alas tas biasanya digunakan untuk menahan beban seperti diseret dan diletakkan di lantai berkali-kali. Bagian dalam bergesekan dengan sudut buku, kunci, dan gigi resleting.
Satu kain untuk semua bagian memang lebih praktis dipotong, tapi kain yang cukup kuat untuk alas terlalu kaku dan berat untuk badan.
๐ Panduan memilih bahan tas: jenis kain tas dan cara memilihnya untuk produksi
Kain yang Umumnya Digunakan pada Bagian Ransel
Tabel ini merangkum kain yang lazim dipakai konveksi tas untuk tiap bagian ransel, beserta kain yang sebaiknya tidak dipakai di bagian itu.
| Bagian ransel | Kain yang lazim dipakai | Alasannya | Kain yang dihindari |
|---|---|---|---|
| Badan depan, belakang, samping | Dinir 600D, cordura, kanvas | Cukup tebal untuk menjaga bentuk, masih ringan dijahit | Dinir 300D untuk ransel beban berat, karena cepat kempes dan aus di sudut |
| Alas atau dasar tas | Cordura berlapis PVC, kain luar yang dirangkap dua, kulit sintetis | Paling sering bergesekan dengan lantai dan menahan berat isi | Kain satu lapis yang sama tipisnya dengan badan |
| Bagian dalam (furing) | Tafeta 210T, furing kotak | Licin sehingga barang mudah dimasukkan, cukup kuat menahan gesekan sudut buku | Furing pakaian yang sangat tipis, sekitar 35 GSM, karena gampang sobek tersangkut resleting |
| Kompartemen laptop | Kain berlapis padding (quilting) | Bantalan menahan benturan saat tas diletakkan | Furing biasa tanpa bantalan |
| Panel punggung dan kantong botol | Kain jala (mesh) dengan busa di baliknya | Berongga sehingga udara lewat dan punggung tidak cepat basah keringat | Kain rapat berlapis PVC, karena panas menempel di punggung |
| Tali bahu | Webbing, dibungkus kain luar dan busa | Webbing menahan tarikan, busa meredam tekanan di bahu | Kain luar saja tanpa webbing di dalamnya |
D pada 600D adalah denier, ukuran ketebalan benang. Makin besar angkanya, makin tebal benangnya dan makin kaku kainnya. Untuk ransel sekolah atau kantor, 600D sudah jadi pilihan yang umum. 420D masih bisa dipakai untuk ransel ringan, sedangkan 300D lebih cocok untuk pouch dan tas lipat.
๐ Beda D300, D420, dan D600: bahan dinir untuk tas
Kain dasar ukurannya kecil, sekitar 30 ร 15 cm untuk ransel ukuran sedang, tapi paling cepat rusak. Cordura berlapis PVC menahan air dari lantai basah dan tidak gampang tembus oleh gesekan. Alternatif yang lebih murah adalah merangkap dua lapis kain luar, dengan alas yang sedikit lebih berat.
๐ Kenali kain cordura: jenis, kekuatan, dan kegunaannya untuk tas
Keluhan yang Biasanya Muncul dan Penyebabnya
Sebagian besar komplain ransel bisa ditelusuri ke satu bagian yang kainnya kurang tepat. Tabel ini memasangkan keluhan yang paling sering didengar konveksi dengan bagian yang biasanya jadi sumbernya.
| Keluhan pemakai | Bagian yang biasanya jadi penyebab | Kain atau perbaikan yang dipakai |
|---|---|---|
| Alas tas bolong setelah beberapa bulan | Alas memakai satu lapis kain yang sama dengan badan | Alas berlapis PVC, atau kain luar dirangkap dua |
| Isi tas basah setelah kehujanan | Kain luar tanpa lapisan, resleting terbuka ke atas | Kain berlapis PVC dan penutup kain di atas resleting |
| Furing sobek di sudut | Furing terlalu tipis | Tafeta 210T atau furing kotak |
| Punggung basah keringat | Panel punggung dari kain rapat | Jala dengan busa di baliknya |
| Tas kempes dan tidak bisa berdiri | Kain luar terlalu lemas, tanpa penguat | Kain lebih tebal, atau busa tipis di panel depan dan belakang |
| Pangkal tali bahu lepas | Jahitan pangkal tali tanpa penguat | Webbing yang dijahit kotak-silang ke badan tas |
Keluhan isi tas basah perlu dijelaskan ke pemesan sejak awal. Kain berlapis PVC menahan air di permukaannya, tapi lubang jarum di jahitan tetap bisa merembes saat hujan deras. Ransel yang benar-benar tahan hujan membutuhkan jahitan yang ditutup seal tape atau cover hujan terpisah.
Furing sering dianggap pelengkap, padahal bagian ini yang pertama kali dirasakan tangan pemakai. Furing yang terlalu tipis sobek di sudut dan membuat ransel baru terlihat murahan.
๐ Jenis furing dan fungsinya: mengenal kain furing dan jenisnya
Cara Menghitung Biaya Produksi Tas Ransel
Kebutuhan kain paling akurat dihitung dari marker, yaitu susunan pola di atas lembar kain sebelum dipotong. Urutannya:
- Ukur setiap panel pola, lalu tambahkan kampuh sekitar 1 cm di tiap sisi.
- Kelompokkan panel menurut jenis kainnya: kain luar, kain dasar, furing, dan jala.
- Susun panel di marker sesuai lebar kain yang akan dibeli. Lebar kain berbeda antar jenis, jadi tanyakan dulu ke penjual.
- Tambahkan toleransi sisa potong sekitar 10โ15%.
- Kalikan dengan jumlah order, lalu tambah cadangan untuk potongan yang gagal.
Sebagai gambaran, ini estimasi untuk satu ransel ukuran sedang (sekitar 45 ร 30 ร 15 cm) dengan satu kantong depan, kalau kainnya selebar 150 cm:
| Jenis kain | Bagian yang memakai | Estimasi panjang kain per ransel |
|---|---|---|
| Kain luar | Badan, samping, kantong depan, pembungkus tali | 0,6โ0,8 meter |
| Kain dasar | Alas tas | sekitar 0,1 meter |
| Furing | Seluruh bagian dalam dan kantong depan | 0,4โ0,6 meter |
| Kain jala | Panel punggung dan kantong botol | 0,1โ0,2 meter |
Angka ini estimasi. Model dengan banyak kantong, ukuran yang lebih besar, atau kain yang lebih sempit akan menaikkan kebutuhannya. Untuk pesanan 200 ransel dengan kebutuhan kain luar 0,7 meter per pcs, kain luarnya sudah sekitar 140 meter sebelum cadangan.
Aksesori yang Penting tapi Sering Dilupakan
Selain kain, ada bagian lain dalam pembuatan tas yang juga penting tapi seringkali dilupakan. Simpan list berikut agar produksi tas juragan semakin baik dan efisien.
- Resleting dan kepalanya, biasanya dua ukuran: yang besar untuk kompartemen utama, yang kecil untuk kantong depan.
- Webbing untuk tali bahu, pegangan atas, dan pengikat bawah. Lebarnya umumnya 2,5โ5 cm.
- Gesper, ring D, dan stopper untuk mengatur panjang tali.
- Busa untuk tali bahu, panel punggung, dan panel depan kalau tas harus bisa berdiri.
- Tali lis atau bisban untuk merapikan tepi jahitan di bagian dalam.
- Benang jahit yang lebih tebal dari benang pakaian, karena jahitan tas menahan beban.
- Label atau patch kalau pemesan minta merek di bagian depan.
Stok aksesori sebaiknya dicek ke pemasoknya sebelum jadwal produksi dikunci. Satu jenis resleting yang kosong bisa menahan 200 ransel di meja jahit.
Rekomendasi Kain dari Weva Textile
Untuk kain luar, Weva Textile menyediakan dinir dengan merek Diora dalam varian 300D, 420D, 600D, dan 600D Soft, serta Cordura Kilap. Untuk alas dan ransel yang sering kena hujan, ada Cordura PVC Weva-Tex dan Cordura PVC Adhi-Tex. Kulit sintetis Oscar biasa dipakai sebagai aksen alas atau penutup kantong.
Bagian dalam bisa memakai furing Tafeta 210T (100โ120 GSM) atau furing kotak. Kain jala tersedia dalam dua ukuran lubang: lubang kecil 100โ110 GSM dan lubang besar 130โ140 GSM. Quilting padding cocok untuk kompartemen laptop. Semua kainnya ada dalam satu toko, jadi kain luar, dasar, furing, dan jala untuk satu order bisa dibeli sekaligus.
Lebar kain, satuan pembelian, pilihan warna, dan harga terbaru tiap varian bisa ditanyakan ke tim marketing Weva lewat WhatsApp 089-8000-5000 sebelum juragan menghitung marker. Daftar lengkap kain tasnya ada di katalog kain tas Weva.
Ransel Harian dan Ransel Outdoor
Kalau pesanannya ransel sekolah atau kantor yang dipakai setiap hari dan jarang kena hujan deras, juragan bisa memakai dinir 600D untuk badan, alas yang dirangkap atau berlapis PVC, furing tafeta, dan kompartemen laptop berpadding. Kombinasi ini menjaga bentuk tas tetap tegak tanpa membuat bebannya terlalu berat.
Kalau pesanannya ransel outdoor, ransel kurir, atau tas yang setiap hari dibawa naik motor, kain luar berlapis PVC lebih masuk akal untuk badan dan alas sekaligus. Panel punggung sebaiknya memakai jala dengan busa, resleting diberi penutup kain, dan pemesan diberi tahu sejak awal bahwa jahitan masih bisa merembes saat hujan deras kecuali ditutup seal tape.
Pertanyaan yang Sering Muncul Tentang Bahan Tas Ransel
Mana yang lebih bagus untuk ransel, dinir 600D atau kanvas?
Dinir 600D lebih ringan dan cepat kering. Kanvas terasa lebih natural, tapi lebih berat dan menyerap air. Untuk ransel sekolah partai besar, dinir lebih sering dipilih.
Berapa biaya kain per ransel?
Kalikan estimasi panjang tiap jenis kain dengan harga per satuannya, lalu jumlahkan. Karena lebar dan harga tiap varian berbeda, juragan bisa minta daftar harga terbaru lewat WhatsApp dulu.
Bagaimana cara merawat ransel dari dinir atau cordura PVC?
Ransel cukup dicuci tangan dengan sabun lembut dan dijemur di tempat teduh. Sebaiknya tidak disikat keras di bagian berlapis PVC dan tidak disetrika, karena lapisannya bisa retak atau melunak.
Apakah warna kain luar dan furing bisa disamakan?
Bisa, kalau warnanya tersedia di kedua jenis kain. Juragan bisa tanyakan stok warna kain luar dan furing bersamaan sebelum desain dikunci.
Apakah ada minimal order untuk kain tas?
Tidak ada minimal order di Weva Textile, dan pengiriman bisa ke seluruh Indonesia. Juragan bisa beli sedikit dulu untuk ransel contoh.
Ransel anak butuh kain sebanyak ransel dewasa?
Tidak. Ransel anak biasanya butuh kain luar sekitar dua pertiga ransel ukuran sedang, tergantung jumlah kantongnya. Angka pastinya tetap dihitung dari marker.
Bagaimana supaya warna kain tidak berbeda antar order?
Kain dari batch celup yang berbeda bisa berbeda tipis warnanya. Kalau pesanan dikirim bertahap, sebaiknya kain untuk satu order dibeli sekaligus, dan potongan kecil disimpan sebagai acuan warna saat restok.
Sample Kain untuk Ransel Juragan
Juragan bisa beli eceran dulu untuk membuat satu ransel contoh, lalu menyesuaikan kombinasi kain luar, dasar, dan furingnya sebelum order dalam jumlah besar. Tim kami juga bisa bantu kasih rekomendasi kain sesuai model ransel yang sedang juragan kerjakan.
- WhatsApp: 089-8000-5000
- Customer Care: 089-8000-2000
- Toko: Jl. Kapasan No. 55B dan 53D, Surabaya
- Belanja online: Shopee ยท Tokopedia ยท TikTok Shop ยท Lazada
- Lihat semua produk Weva Textile



