Opens in a new tab
Download Daftar Harga
Disini!

Kain Furing: 12 Jenis Lining dan Cara Memilihnya Sesuai Produk

Last Update: 20/10/2026
Bagikan

Menjelang musim hujan, order jaket di banyak konveksi mulai naik, dan bersamaan dengan itu belanja furing biasanya ikut bertambah. Juragan yang pernah re-order furing dengan nama yang sama lalu menerima kain yang lebih tipis atau lebih kaku pasti tahu masalahnya: kain dalam ini jarang dicek seteliti kain luar.

Padahal furing yang salah pilih baru ketahuan setelah jaket jadi. Lapisan dalam terasa gerah, jahitan di ketiak sobek, atau furing mengkerut setelah dicuci sementara kain luarnya tetap. Komplain seperti itu biasanya datang ke juragan, bukan ke supplier kainnya tempat juragan beli.

Begitu juragan tahu jenis furing yang cocok untuk tiap produk, ketebalannya, dan satu uji sederhana sebelum produksi, pilihan furing bisa diputuskan sebelum kain luar dipotong dan akan diproduksi menjadi produk jadi.

kain furing adalah pelapis untuk bagian dalam

Apa Itu Kain Furing dan Fungsinya di Pakaian

Kain furing atau lining adalah kain pelapis bagian dalam pakaian dan tas. Furing dijahit menyatu dengan kain luar sehingga tidak bergeser, dan biasanya dipakai pada jaket, jas, blazer, kebaya, gamis, serta tas.

Tugas utamanya ada tiga. Furing menutup pinggiran jahitan dan obrasan supaya bagian dalam terlihat rapi, membuat pakaian lebih mudah dipakai dan dilepas karena permukaannya licin, dan membantu bentuk pakaian tetap tegas. Pada kain luar yang tipis atau berlubang seperti brokat, furing juga mencegah pakaian menerawang.

Lapisan furing licin di bagian dalam blazer

Tiga ciri yang membedakan furing dari kain luar

Sebagian besar furing berbahan polyester atau nylon, dan ciri fisiknya mirip satu sama lain:

  • Tekstur halus dan jatuh. Furing mengikuti bentuk kain luar, bukan melawannya.
  • Permukaan licin dan sedikit mengkilap. Inilah yang membuat jaket mudah dimasukkan lengan.
  • Relatif tipis. Furing pakaian umumnya di kisaran 35โ€“120 GSM. GSM adalah berat kain per meter persegi; makin besar angkanya, makin tebal kainnya.

Pengecualiannya adalah furing fungsional seperti polar dan quilting padding. Keduanya tebal karena tugasnya menghangatkan, bukan sekadar melapisi.

12 Jenis Kain Furing dan Pemakaiannya

Furing dijual dengan banyak nama dagang, dan nama yang sama bisa berbeda kualitas antar toko. Tabel ini merangkum karakter umum tiap jenis yang paling sering ditemui di pasar.

Jenis furingKarakter kainPaling cocok untukYang perlu diwaspadai
AsahiPolyester tenun polos, ringan, sedikit mengkilapGamis, rok, kebaya, blusKurang menyerap keringat
DormeuilPolyester tipis dan licin, ada cap tulisan “dormeuil” di permukaanJas, blazer, jaket kasualVersi tipis mudah sobek di jahitan yang menahan beban
Satin silkPolyester dengan permukaan licin dan berkilau, bukan sutra asliKebaya brokat, gaun pestaLicin saat dipotong, perlu pemberat pola
Hero (Arrow)Dikenal berbahan katun, permukaan sedikit berbuluPakaian yang dipakai lama di cuaca panasLebih mahal dan lebih mudah kusut
Tafeta 210TNylon-polyester, rapat, ringanJaket parasut, jaket bomber, tasGerah kalau dipakai seharian
PelesPolyester sangat tipis, sekitar 34โ€“35 GSMKantong celana, furing ekonomisTerlalu tipis untuk bagian yang sering tergesek
AbutaiPolyester tipis dan ringanLapisan tas, mukena travelPanas untuk pakaian
TricotKain rajut tipis; versi berlem dipakai sebagai pelapis pengerasKerah, plaket, pengeras bagian tertentuVersi berlem bukan furing badan
Jala (mesh)Polyester berlubang, sirkulasi udara lancarJaket olahraga, windbreaker, kantong tasTidak menutup pinggiran jahitan
PolarPolyester berbulu, tebalJaket gunung, hoodie, jaket musim hujanMenambah tebal dan berat jaket
Quilting paddingKain tipis dijahit menyatu dengan lapisan dakron bermotif wajikJaket gunung, rompi hangatButuh pola yang lebih longgar
SPTILembut dan relatif tebalLapisan jasTerlalu hangat untuk pakaian harian

Dari dua belas jenis ini, asahi, dormeuil, dan tafeta yang paling sering dipakai untuk produksi harian. Ketiganya ringan, licin, dan mudah dijahit. Hero dipilih kalau kenyamanan lebih penting dari harga, sedangkan polar, jala, dan quilting padding dipilih karena fungsinya.

๐Ÿ“– Bandingkan dengan hyget: bahan hyget untuk furing dan kelebihannya

Furing untuk Jaket, Tas, Kebaya, dan Gamis

Tiap produk butuh furing dengan tugas yang berbeda. Kesalahan paling umum adalah memakai satu jenis furing untuk semua produk karena stoknya sudah ada di gudang.

Jaket

Jaket parasut dan bomber paling sering memakai tafeta atau dormeuil, karena keduanya licin dan tidak menambah tebal. Untuk jaket olahraga dan windbreaker, furing jala membantu udara bersirkulasi sehingga punggung tidak cepat lembap. Jaket gunung dan jaket musim hujan biasanya memakai polar atau quilting padding untuk lapisan hangat.

Contoh furing di bagian dalam jaket bomber

๐Ÿ“– Furing khusus jaket: 6 jenis kain furing yang cocok untuk jaket

Furing juga harus cocok dengan kain luarnya. Kain luar yang tebal dan kaku butuh furing yang licin supaya jaket tetap mudah dipakai, sedangkan kain luar yang tipis lebih aman dipasangkan furing ringan supaya jatuhnya tidak berubah.

๐Ÿ“– Memilih kain luar jaketnya: 10 bahan jaket sesuai kebutuhan dan cuaca

Tas

Lapisan dalam tas lebih sering tergesek isi tas daripada furing pakaian. Tafeta dan abutai banyak dipakai karena ringan dan cukup rapat. Kantong dalam yang perlu terlihat isinya bisa memakai jala. Untuk tas berbahan kulit sintetis seperti Micro Jakat, furing yang licin membantu bagian dalam tas tetap rapi dan mudah dibersihkan.

๐Ÿ“– Bandingkan dengan kain luar tas: bahan tas dan cara memilihnya untuk produksi

Kebaya, gamis, dan baju pesta

Kebaya brokat dan baju pesta memakai furing supaya tidak menerawang, sementara gamis memakai furing untuk menyamarkan lekuk tubuh. Satin silk memberi kesan mewah di kebaya, sedangkan asahi lebih sering dipilih untuk gamis karena ringan dan harganya terjangkau. Untuk pemakaian seharian, hero lebih nyaman karena lebih mudah menyerap keringat.

๐Ÿ“– Furing untuk kebaya: rekomendasi furing kebaya yang bagus dan adem

Jas, blazer, dan almamater

Jas dan blazer biasanya memakai dormeuil atau SPTI. Permukaan yang licin membuat jas mudah dikenakan di atas kemeja, dan furing yang rapi di bagian dalam memberi kesan jahitan yang selesai.

Empat Hal yang Dicek Sebelum Memilih Furing

Pilih furing setelah kain luar dan modelnya jelas. Empat hal ini yang paling menentukan:

  1. Ketebalan dibanding kain luar. Furing yang lebih berat dari kain luarnya akan menarik pakaian ke bawah. Untuk kemeja dan gamis tipis, furing sekitar 35โ€“40 GSM sudah cukup; jaket parasut umumnya cocok dengan furing 100โ€“120 GSM.
  2. Kenyamanan di cuaca panas. Polyester tidak menyerap keringat. Untuk pakaian yang dipakai seharian di ruangan tanpa AC, furing berbahan katun atau jala lebih nyaman.
  3. Warna. Samakan warna furing dengan kain luar, atau pilih warna kontras yang memang sengaja ditonjolkan. Pada kain luar yang tipis, warna furing yang terlalu gelap bisa terlihat dari luar.
  4. Konsistensi saat re-order. Furing dengan nama sama dari toko berbeda bisa beda ketebalan. Simpan potongan kecil dari order pertama untuk dibandingkan saat order berikutnya datang.

Furing yang Tersedia di Weva Textile

Weva Textile menjual beberapa jenis furing untuk konveksi jaket, tas, dan pakaian. Spesifikasi di bawah diambil dari data produk per Oktober 2026:

FuringKomposisiGramasiPemakaian yang cocok
DormeuilPolyester35โ€“39 GSMJas, blazer, jaket kasual
PelesPolyester34โ€“35 GSMKantong, furing ekonomis
Tafeta 210TNylon-polyester100โ€“120 GSMJaket parasut, tas
Jala lubang kecil100% polyester100โ€“110 GSMJaket olahraga, kantong tas
Jala lubang besar100% polyester130โ€“140 GSMLapisan ventilasi, kantong jaring
PolarPolyester280โ€“300 GSMJaket hangat, hoodie
Quilting paddingKain dan dakronโ€”Jaket gunung, rompi hangat
Furing kotak100% polyesterโ€”Lapisan jaket dan tas

Untuk quilting padding dan furing kotak, gramasi detailnya bisa ditanyakan ke tim marketing Weva lewat WhatsApp, begitu juga harga, lebar, dan pilihan warna semua jenis furing.

Satu Uji yang Paling Sering Dilewat: Cuci Furing Bersama Kain Luar

Kalau ada satu hal yang paling sering disesali, itu adalah tidak menguji furing dan kain luar bersama sebelum produksi. Dua kain yang menyusut berbeda akan membuat jaket menggelembung atau furing mengintip di ujung lengan setelah dicuci customer.

Caranya sederhana. Juragan bisa menjahit satu sampel kecil, misalnya potongan 30 ร— 30 cm kain luar yang dilapisi furing, lalu mencuci dan menjemurnya seperti pemakaian biasa. Kalau setelah kering permukaannya bergelombang, ganti furing atau beri kelonggaran pada pola furing sebelum ratusan pcs dipotong.

Tanya Jawab seputar Kain Furing

Berapa lama furing bisa bertahan dibanding kain luarnya?

Furing polyester umumnya tahan lama dan tidak mudah pudar. Yang paling cepat rusak justru jahitannya, terutama di ketiak dan siku. Pola furing yang diberi sedikit kelonggaran membuat bagian itu tidak menahan tarikan saat pakaian dipakai bergerak.

Apakah furing di Weva tersedia dalam banyak warna?

Pilihan warna berbeda untuk tiap jenis furing dan bisa berubah mengikuti stok. Juragan bisa menanyakan warna yang tersedia lewat WhatsApp 089-8000-5000 sebelum order, termasuk untuk mencocokkan dengan warna kain luar.

Apakah ada minimal order, dan dijual per apa?

Tidak ada minimal order, jadi juragan bisa beli eceran untuk uji coba dulu. Satuan jual dan harga terbaru tiap jenis furing bisa dikonfirmasi lewat WhatsApp. Pengiriman tersedia ke seluruh Indonesia.

Furing setebal apa yang tepat untuk jaket?

Untuk jaket parasut atau bomber, furing sekitar 100โ€“120 GSM seperti tafeta sudah cukup. Kalau jaketnya perlu hangat, pilih polar atau quilting padding.

Berapa kebutuhan furing untuk satu jaket?

Sebagai estimasi, kebutuhan furing kurang lebih sama dengan kain badan dan lengan jaket, tanpa rib dan kantong. Untuk jaket dewasa ukuran L dengan kain lebar 150 cm, angkanya biasanya sekitar 1,3โ€“1,6 meter. Model, ukuran, dan lebar kain bisa mengubah angka ini, jadi hitung ulang dari pola juragan sendiri.

Apakah warna dan ketebalan furing sama di setiap order?

Furing diwarnai per lot produksi, sehingga warna antar lot bisa berbeda tipis. Untuk satu pesanan besar, juragan sebaiknya membeli semua furing sekaligus dari lot yang sama, dan menyimpan potongan contoh untuk dibandingkan saat re-order.

Beli Eceran Furing Sebelum Order Banyak

Kalau ingin meraba ketebalan dan kilau furingnya langsung, juragan bisa beli eceran dulu untuk uji cuci bersama kain luar. Pilihan lengkapnya ada di katalog kain furing Weva Textile.