Menjalankan bisnis atau usaha memang tidaklah mudah. Beberapa tantangan selalu muncul dan salah satu tantangan yang sering dihadapi oleh para pebisnis adalah dalam menentukan harga jual yang baik dan menghitung breakeven point. Breakeven point sendiri merupakan titik impas dimana jumlah pendapatan dan biaya terjadi dalam jumlah yang sama. Sehingga di titik ini, keuntungan yang didapatkan belum bisa terjadi. Nah, pada kesempatan kali ini, kita akan membahas bagaimana cara menghitung breakeven point dalam usaha Anda!
Hitung biaya tetap
Yang pertama kali dilakukan dalam menghitung breakeven point adalah dengan menghitung biaya tetap. Biaya tetap sendiri merupakan biaya yang tidak akan berubah meskipun jumlah produksi Anda terus bertambah atau menurun. Misalnya biaya sewa gedung atau gaji karyawan. Setelah menghitung jumlah biaya tetap, Anda dapat membagi jumlah tersebut dengan satuan produk yang Anda produksi setiap bulannya. Jadi, bisa dibilang biaya tetap dibagi dengan jumlah produk yang dihasilkan.
Hitung tingkat kontribusi
Setelah mengetahui biaya tetap yang Anda keluarkan, tahap selanjutnya adalah menghitung tingkat kontribusi. Tingkat kontribusi sendiri merupakan selisih antara harga jual dan biaya variabel per produk. Biaya variabel per produk sendiri adalah biaya yang berubah mengikuti jumlah produksi. Misalnya biaya bahan baku atau biaya transportasi. Jadi, tingkat kontribusi dapat dihitung dengan mengurangi biaya variabel per produk dengan harga jual.
Gunakan rumus breakeven point
Setelah menghitung biaya tetap dan tingkat kontribusi, tahap selanjutnya adalah menghitung breakeven point menggunakan rumus yang sudah dirumuskan. Rumus yang umum digunakan adalah breakeven point = biaya tetap / tingkat kontribusi. Dengan rumus ini, Anda dapat mengetahui titik impas yang harus dicapai agar bisa mendapatkan keuntungan dari usaha tersebut.
Evaluasi usaha secara berkala
Setelah menghitung breakeven point, Anda dapat mengevaluasi usaha Anda secara berkala untuk mengetahui kapan titik impas sudah tercapai dan usaha Anda mulai mendapatkan keuntungan. Jika Anda sudah mencapai breakeven point, maka Anda bisa melakukan kalkulasi ulang untuk mengetahui berapa jumlah produk yang harus dihasilkan untuk dapat memperoleh keuntungan yang lebih besar.
Perhatikan faktor lain yang mempengaruhi breakeven point
Terakhir, Anda juga perlu memperhatikan faktor lain yang bisa mempengaruhi breakeven point seperti perubahan harga bahan baku atau harga jual. Jadi, pastikan Anda selalu mengawasi kondisi pasar dan melakukan kalkulasi ulang jika terjadi perubahan.
Kesimpulan
Itulah beberapa langkah dan tips menghitung breakeven point dalam usaha Anda. Mengetahui breakeven point sangat penting bagi para pebisnis agar dapat menentukan harga jual yang tepat dan memperoleh keuntungan dari usaha yang dijalani. Pastikan juga untuk selalu mengawasi kondisi pasar dan melakukan evaluasi usaha secara berkala. Jangan ragu untuk melakukan kalkulasi ulang jika terjadi perubahan pada faktor-faktor yang mempengaruhi breakeven point. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda yang ingin mengembangkan usaha Anda!



